Dinkes Medan Masih Menunggu Hasil Dari Balitbangkes

  • Bagikan
OMICRON. Pemeriksaan swab pasien berinisial JIA (60), Warga Negara Asing (WNA) Inggris yang diduga tertular Covid-19 varian Omicron belum keluar hasilnya dari Balitbangkes. Ilustrasi
OMICRON. Pemeriksaan swab pasien berinisial JIA (60), Warga Negara Asing (WNA) Inggris yang diduga tertular Covid-19 varian Omicron belum keluar hasilnya dari Balitbangkes. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Pemeriksaan swab pasien berinisial JIA (60), Warga Negara Asing (WNA) Inggris yang diduga tertular Covid-19 varian Omicron belum keluar hasilnya dari Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes). Untuk memastikan seorang pasien terkonfirmasi Omicron harus melalui pemeriksaan lebih lanjut, salah satunya Whole Genom Sequencing (WGS).

“Sebenarnya ada dua kasus. Kasus pertama, warga Medan yang positif Omicron dirawat di Jakarta, keluarga dan kerabatnya yang negatif Omicron pulang ke Medan. Kasus kedua yang baru ini warga Inggris itu masih diisolasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Medan dr Taufik Ririansyah, pada Minggu (9/1).

Ia mengatakan pemeriksaan tracing kontak erat dari dua kasus tersebut hasilnya negatif. Meskipun hasilnya negatif, pihaknya tetap mengirimkan ke Balitbangkes untuk diperiksa lebih lanjut. “Hasil semua pemeriksaan belum ada dari Balitbangkes, masih kita tunggu,” ujarnya.

Ia juga menambahoan pihaknya juga terus melakukan pemantauan, khusus warga Inggris yang masih diisolasi di Rumah Sakit Royal Prima Medan.

“WNA ini dinyatakan positif Covid-19, selama lima hari kita terus melakukan pengawasan dan pemantauan. Setelah lebih dari lima hari, kebijakan ada di KKP Bandara Kualanamu. Sejauh ini, pasien WNA tersebut masih kooperatif,” ujarnya.

Taufik mengatakan jumlah kasus Covid-19 yang terbaru di Medan justru tidak ada. “Sudah beberapa hari ini tidak ada kasus, saya harapkan tidak ada lagi kasus Covid-19 di Medan, sehingga status PPKM level 2 di Medan bisa menjadi level 1,” harapnya.

Pengawasan Ketat

Namun demikian, Dinkes Medan terus melakukan pengawasan ketat di pintu-pintu masuk bekerjasama dengan satgas penanganan Covid-19. Memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan seperti tetap menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas dan juga mengkonsumsi makanan bergizi.

“Tak lupa dia juga menyampaikan agar masyarakat juga menjaga agar tidak stres alias selalu happy, selalu berprasangka baik agar imun terus baik,” imbau Taufik didampingi Kabid P2P Dinkes Medan dr Muthia Nimpar MARS.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga negara Inggris terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani perawatan di RS Royal Prima Medan, Rabu (5/1/2022). Warga negara asing yang berinisial JIA (60) tersebut diduga tertular Covid-19 varian Omicron.

Pasien tersebut memang terkonfirmasi positif corona. Akan tetapi, yang bersangkutan belum pasti terinfeksi Omicron. “Dia (JIA) masih terkonfirmasi positif (corona), belum pasti Omicron,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah MM.

Menurutnya, untuk memastikan seorang pasien terkonfirmasi Omicron harus melalui pemeriksaan lebih lanjut, salah satunya Whole Genom Sequencing (WGS). “Belum dilakukan WGS. Kita belum bisa memastikan pasien ini tertular Omicron, karena harus ada pemeriksaan lagi. Pasien masuk rumah sakit tadi (Rabu) pagi,” ujarnya. (cbud)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *