Dinkes Ajak Orangtua Cegah Anak Tertular Hepatitis Akut Misterius

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengajak masyarakat khususnya kepada para orangtua agar mencegah anak tertular hepatitis akut misterius yang tidak diketahui etiologinya (acute hepatitis of unknown aetiology). Hal ini, menyusul dengan keluarnya Surat Edaran (SE) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI No: HK.02.02/C/2515/2022 tanggal 27 April 2022 terkait kewaspadaannya. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut drg Ismail Lubis menyebutkan, hepatitis akut ini diketahui dapat dicegah tertular kepada anak dengan cara menjaga saluran cerna dan saluran napas. Untuk saluran cerna, papar dia, dapat dilakukan dengan rajin mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan dengan orang lain, hindari kontak dengan orang sakit serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. 

“Sedangkan mencegah penularan dari saluran napas dengan cara mengurangi mobilitas, menggunakan masker jika bepergian, jaga jarak dengan orang lain serta hindari keramaian dan kerumunan,” ungkapnya, Jumat (6/5).

Lebih lanjut dia menjelaskan, hepatitis akut berat yang muncul saat ini memang belum diketahui penyebabnya. Kasusnya pertama kali dilaporkan di Ingris Raya pada 5 April 2022, kemudian pada 8 April 2022 tiga negara lain melaporkan kasus serupa.

“Lalu pada 15 April WHO menetapkan kasus penyakit ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Pada 21 April dilaporkan lebih dari 170 kasus di 12 negara dan 16 hingga 30 April 2022 tiga dugaan kasus hepatitis akut meninggal dunia di Indonesia,” jelasnya.

Adapun gejala awal hepatitis akut berat yang menyerang anak usia 1 bulan hingga 16 tahun ini, umumnya kata Ismail, antara lain, mual, muntah, diare berat dan demam ringan.

“Kemudian, setelah gejala awal, ciri-ciri gejala lanjutnya adalah air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat, warna mata dan kulit menguning, gangguan pembekuan darah, kejang dan kesadaran menurun,” terangnya. 

Sedangkan langkah awal untuk penanganan hepatitis akut misterius ini, tuturnya dengan mewaspadai gejala awal diare, seperti mual, muntah, sakit perut, dan dapat disertai demam ringan. “Jika muncul gejala awal, jangan panik, segera bawa pasien ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan,” imbuhnya. 

Lalu, sambung Ismail, jangan menunggu gejala lanjutan seperti kulit dan mata kuning agar tidak terlambat. Jika terjadi penurunan kesadaran, segera bawa pasien ke rumah sakit dengan fasilitas ICU anak. 

Ismail menegaskan, untuk saat ini, Provinsi Sumut belum ada ditemukan kasus hepatitis akut misterius ini. “Namun apapun penyakitnya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) adalah pencegahannya, kemudian jangan makan terlambat, hrs tepat waktu,” tandasnya. (Cbud)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.