Waspada
Waspada » Dinilai Ngawur, Warga Minta Sudahi Kebijakan Padamkan Lampu Di Medan
Medan

Dinilai Ngawur, Warga Minta Sudahi Kebijakan Padamkan Lampu Di Medan

SUASANA gelap di sudut jalan di Kota Medan. Warga meminta Pemko Medan untuk menyudahi pemadaman lampu di Kota Medan karena kebijakan tersebut dinilai sudah ngawur. Waspada/Mahbubah Lubis
SUASANA gelap di sudut jalan di Kota Medan. Warga meminta Pemko Medan untuk menyudahi pemadaman lampu di Kota Medan karena kebijakan tersebut dinilai sudah ngawur. Waspada/Mahbubah Lubis

MEDAN (Waspada) : Suasana malam di Kota Medan masih gelap gulita karena lampu penerangan jalan umum (LPJU) di sejumlah titik dan seluruh taman dipadamkan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Warga pun mendesak Pemerintah Kota Medan dan Wali Kota Bobby Nasution untuk menyudahi kebijakan itu karena dinilai ngawur.

Sebab kebijakan memadamkan lampu penerangan itu membuat suasana kota mencekam, dan masyarakat diliputi rasa was-was karena tindak kejahatan yang sewaktu-waktu dapat menghampiri ditengah kegelapan malam.

“Pak bos udah lah yang ngawur itu. Untuk nyari nafkah aja udah payah kali saat ini, masa harus ditambah lagi dengan rasa takut yang terus menghantui saat malam tiba,” ungkap Budi, seorang driver ojek online layanan makan dan minuman, Minggu (18/7).

Dia mengungkapkan, orderan yang menghampirinya jauh menurun bila dibanding sebelum PPKM darurat diberlakukan.

“Ini giliran malam dapat orderan, malah harus dihantui rasa takut karena harus melintas ditengah kegelapan malam dan mencekam,” katanya.

Irawan, warga Jalan SM Raja, Medan Kota, juga berharap pemerintah segera mengakhiri kebijakan memadamkan lampu jalan.

“Suasananya memberi kesempatan kepada para pelaku kejahatan seperti begal dan maling untuk beraksi. Ini menjadi persoalan baru lagi bagi warga,” kata dia.

Jubir Satgas Covid-19 Kota Medan, Mardohar saat dikonfirmasi bahkan mengatakan lampu dipadamkan tidak ada hubungannya dengan penanganan Covid-19 bahkan sebutnya ini bisa menurunkan imun karena resah akan gelap.

“Mematikan lampu tidak ada pula hubungan nya, hanya saja mungkin untuk mengurangi kerumunan. Justru kan berbahaya bisa mengundang kejahatan. Seharusnya seperti biasanya saja karena penerangankan sangat dibutuhkan jika malam hari. Bukan hanya buat orang pengguna jalan saja, ornag yang bertempat tinggal di kawasan LPJU juga membutuhkan penerangan. Kondisi ini tidak pas jika dipadamkan lampu,” kata Mardohar.

Kurangi Mobilitas Warga

Sementara itu, Dinas Pertamanan Kota Medan memadamkan lampu jalan disejumlah lokasi dan seluruh taman kota selama PPKM darurat mulai pukul 19:00 hingga 07:00 WIB, untuk mengurangi mobilitas warga guna menekan penularan Covid-19.

Kawasan yang mengalami pemadaman LPJU masing-masing di seputaran Lapangan Merdeka, Jalan Zainul Airifin dari Sun Plaza sampai Jalan Dr Mansur, Jalan Setia Budi, Jalan Ring Road, Jalan Kapten Muslim dari Jalan Setia Luhur sampai lampu merah, Jalan Amir Hamzah.

Kemudian Jalan Adam Malik, Jalan Pandu, Jalan Halat, Jalan HM Joni, Jalan SM Raja, seputaran Simpang Limun, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Pemuda, Jalan Sakti Lubis, Jalan STM, Jalan Misbah, Jalan Hasanuddin, Jalan Multatuli, Jalan Jamin Ginting mulai dari simpang Patimura sampai Fly Over, Jalan Karya Wisata dan seluruh taman aktif di Kota Medan. (cbud)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2