Dinas Pendidikan Medan Refleksi Pembelajaran Jarak Jauh

Dinas Pendidikan Medan Refleksi Pembelajaran Jarak Jauh

  • Bagikan
KEGIATAN presentasi refleksi evaluasi dua minggu pelaksanaan PJJ di Medan dibuka Kadisdik Kota Medan, Adlan MPd. Waspada/ist
KEGIATAN presentasi refleksi evaluasi dua minggu pelaksanaan PJJ di Medan dibuka Kadisdik Kota Medan, Adlan MPd. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Dinas Pendidikan Kota Medan melaksanakan refleksi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan moda daring maupun luring (luar jaringan).

Dinas Pendidikan Kota Medan refleksi pembelajaran jarak jauh dengan waktu presentase dua minggu pelaksanaan di Medan.

Acara diselenggarakan Rabu (29/7) di ruang pertemuan UPT SMP Negeri 23 Medan Jl Menteng Ujung, Kecamatan Medan Denai.

Kegiatan diikuti semua kepala sekolah negeri jenjang SMP. Mereka diminta menyampaikan presentasi penyelenggaraan PJJ, hambatan yang dihadapi serta solusi yang dilakukan mengatasi masalah.

Kadisdik Kota Medan, Adlan SPd MPd, membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Turut hadir pada kegiatan itu Kabid P SMP Sugerno MM, Kasi Kurikulum dan Penilian SMP Supri Harahap dan Kasi Kelembagaan dan Sarpras SMP Muh Muliadi.

“Situasi saat ini pastilah lebih sulit dibanding sebelum Covid-19. Informasi masyarakat yang samapai ke saya, ada orangtua mengeluh tentang paket data internet dan waktu mendampingi anak belajar, ” katanya.

Menurutnya, guru ada yang mengeluh terkait skill mendesain pembelajaran berbasis aplikasi.

Begitu juga peserta didik yang kurang disiplin mengikuti kegiatan belajar dari rumah.

Namun apapun alasannya, tidak ada dalih buat kita untuk tidak menjalankan PJJ dengan baik di Kota Medan,” papar Adlan.

Apresiasi

Kadisdik mengapresiasi langkah-langkah persiapan mulai dari sosialisasi program kepada orangtua, pendataan media yang dimiliki siswa.

Kemudian, pemetaan kemmapuan guru, memfasilitasi pelatihan hingga implementasi program yang telah dilakukan kepala sekolah.

Menurutnya, keberhasilan semua sekolah yang telah mempresentasikan program PJJ daring dan luring masa pandemi Covid-19 di daerah zona non-hijau sangat tergantung pada peran kepala sekolah.

Selanjutnya, tak kalah penting peran komunitas orangtau dan masyarakat seperti dewan pendidikan, komite sekolah dan paguyuban kelas yang ada. Semua elemen dan pemangku kepentingan harus menyamakan persepsi dan gerak langkah.

Setelah pemaparan oleh kepala sekolah, hasilnya, kompilasi paparan kepala sekolah disimpulkan bahwa PJJ daring dan luring telah berjalan di semua sekolah negeri di Kota Medan.

Moda daring dilakukan dengan aplikasi yang variatif muai dari Zoom, Google Classroom, Google Form, Google Meet, WhattsApp Android, dan WhattsApp Web dikombinasi dengan Nox.

Bagi peserta didik yang tidak memiliki media daring sekolah melakukan pembelajaran luring.

Guru mata pelajaran menyusun bahan ajar dan lembar kerja untuk seterusnya diambil dan dikembalikan ke sekolah oleh orangtua secara terjadwal.

Mengawal Program

Sebagaimana diketahui awal tahun pembelajaran 2020/2021 telah dimuai 13 Juli 2020.

Untuk mengawal program PJJ, Plt Walikota Medan Ir Akhyar Nasution dan Kadisdik mengawali tahun ajaran baru dengan pidato sambutan yang disampaikan secara daring dan disampaikan ke semua sekolah.

Pada 16 Juli 2020, Plt Walikota didampingi Kadisdik melakukan peninjauan implementasi PJJ daring ke UPT SMP Negeri 2 Medan.

Disdik Kota Medan sendiri sebelumnya telah membuat tiga kali surat edaran terkait pelaksanaan PJJ daring dan luring ke semua sekolah jenjang pendidikan dasar yang ada di kota ini.

Sehari sebelum refleksi evaluasi, Kadisdik juga melakukan diskusi dengan kalangan akademisi Prof Muthsuhito Solin dan Prof Sri Minda yang juga dihadiri KAHMI Sumatera Utara.

Diskusi itu membahas pelaksanan PJJ serta regulasi yang harus dilakukan di Medan.

Diskusi selanjutnya akan dijadwalkan setelah peta masalah terdata dari paparan yang disampaikan kepala sekolah. Data itu penting untuk menyusun panduan standar bagi sekolah. (m22)

  • Bagikan