Didampingi UMSU, Ponpes Muhammadiyah Kwala Madu Semakin Maju

Didampingi UMSU, Ponpes Muhammadiyah Kwala Madu Semakin Maju

  • Bagikan
REKTOR UMSU, Prof Agussani, MAP berama pimpinan dan guru-guru Ponpes Modern Muhammadiyah Kwala Madu, Langkat. Didampingi UMSU, Ponpes Muhammadiyah Kwala Madu semakin maju. Waspada/ist
REKTOR UMSU, Prof Agussani, MAP berama pimpinan dan guru-guru Ponpes Modern Muhammadiyah Kwala Madu, Langkat. Didampingi UMSU, Ponpes Muhammadiyah Kwala Madu semakin maju. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Pondok  Pesantren (Ponpes) Modern Muhammadiyah Kwala Madu, Langkat semakin maju dan berkembang sejak mendapatkan pendampingan  dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Demikian terungkap dalam silaturrahim dan pembekalan bagi pimpinan, guru dan tenaga pendidik Ponpes modern Muhammadiyah Kwala Madu Langkat,  belum lama ini.  Rektor UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP sebagai narasumber  menyaksikan  berbagai kemajuan pondok pesantren setelah mendapat pendampingan UMSU.

Selain pembenahan berbagai sarana dan prasarana pondok, warga pesantren juga merasa kesejahteraannya menjadi lebih diperhatikan. Untuk itu, rektor mengingatkan pentingnya kebersamaan, seluruh pengasuh dan pengelola pondok, guru-guru dan tenaga kependidikaan.

Menurut rektor, manejerial  Ponpes perlu kekompakan untuk terus meningkatkan dan mengembangkan pesantren agar lebih maju ke depannya. “Perbedaan jangan membuat pesantren mundur lagi ke belakang,” katanya.

Rektor juga menjelaskan tentang sejarah keterlibatan UMSU tidak bisa dilepaskan dari penyerahan Ponpes ke PW. Muhammadiyah Sumut oleh Dr. Zulkarnaini Tala Sp.Og. Pimpinan pondok diingatkan untuk terus merawat dan menjaga kualitas layanan pondok perlu terobosan untuk mempertahankan sarana dan prasarana

Terobosan yang diambil UMSU yakni dengan perbaikan sarana dan fasilitas pendidikan. Pondoknya yang sebelumnya kumuh diperbaiki.

Satuan pengaman menjadi salah satu yang diperhatikan sebagai upaya untuk memberikan rasa aman.

Kebersihan juga disentuh untuk menghadirkan lingkungan yang bersih dan nyaman.

UMSU yang diberi amanah untuk melakukan pendampingan akan  berupaya mem-backup pengelolaan pondok pesantren.

Terpenting adalah membangun rasa memiliki dan kebersamaan tidak ada yang merasa paling berjasa dalam proses pembangunan pesantren.

“Kita mempunya mimpi bagaimana pondok lima tahun ke depan. Untuk mewujudkan mimpi perlu soliditas tim yang bekerja,” katanya.

Rektor mengatakan, keikhlasan, kesungguhan dan kesabaran para pengasuh menjadi poin penting dalam pengelolaan pondok pesantren.

Kenyamanan Santri

Sementara Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Ponpes, Waliadi Tarigan, MPd mengatakan “Progres pembangunan yang dilakukan UMSU, sangat berdampak pada kenyamanan santri,” kata Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Ponpes, Waliadi Tarigan, MPd pada Waliadi ketika menyampaikan berbagai kemajuan  pondok pesantren setelah mendapat pendampingan UMSU.

Selain pembenahan berbagai sarana dan prasarana pondok, warga pesantren juga merasa kesejahteraannya diperhatikan.

“Selama pimpinan wilayah melalui UMSU memberikan pendampingan  banyak sekali perubahan di pesantren dan telah memberikan kesejahteraan kepada warga  pondok pesantren,” katanya.

Dijelaskan dia, berbagai sarana dan prasarana sudah diperbaiki, tidak ada lagi fasilitas yang rusak dan lingkungan pesantren ditata rapi.

“Senyum santri diyakini akan lebar terlebih lagi berbagai sarana akan membuat santri lebih nyaman tinggal di pondok,” katanya. (m19)

 

  • Bagikan