Waspada
Waspada » DHD’45 Sumut Akan Pugar Tetengger Demarkasi Perjanjian Linggar Jati Di Kota Medan
Medan

DHD’45 Sumut Akan Pugar Tetengger Demarkasi Perjanjian Linggar Jati Di Kota Medan

MEDAN (Waspada): Badan Pembudayaan Kejuangan ’45 atau Dewan Harian Daerah (DHD) ’45 Sumut merencanakan akan pugar Tetengger Garis Demarkasi Perang Medan Area, yang terletak di Kampung Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

Hal itu diungkapkan Ketum Mayjen TNI Purn M Hasyim, melalui Sekum DHD45, Eddy Syofian yang menyatakan DHD secara bertahap akan merenovasi tatengger yang rusak dan tidak terawat, karena ini bagian dari keputusan Rakerda DHD45 Sumut yang digelar bulan Desember 2020 lalu.

“Kita miris dan prihatin tapak-tapak sejarah penting rangkaian kemerdekaan Indonesia di Sumut seperti tidak terurus bahkan mungkin saja masyarakat tidak paham tentang tatengger tersebut,”ujarnya usai meninjau Tetengger Garis Demarkasi Perang Medan Area di Kecamatan Marelan, Kota Medan, Jumat (15/1).

Tetengger merupakan perjanjian dengan tentara Inggeris bahwa para pejuang tidak boleh lewat batas demarkasi dan mereka tidak boleh masuk Kota Medan.
Kata Eddy , kunjungan ke lokasi titik demarkasi perjanjian linggar jati dimaksudkan untuk memugar tatengger yang keadaannya sudah tidak terawat persis dibibir parit Jl Marelan Raya.
“Tatengger ini pernah dibangun oleh DHD45 Sumut pada tahun 1995,” ujar Eddy Syofian bersama Ketua III DHD45 Sumut OK Zulkarnain SH, Bendahara Ir Vivi Savitri, Ketua Bidang Pembudayaan Ichwan Azhari MPhil, MSi, Ketua Bidang Humas Dr H Sakhira Zandi MA, anggota Bidang Sosial Budaya Drs Harun Al Rasyid.
Menurut Eddy, pemugaran itu merupakan salah satu dari tiga belas rekomendasi Program Kerja DHD ’45 Sumut yang dihasilkan dalam Rakerda DHD ’45 akhir Desember lalu.

“Banyak tetengger yang merupakan bukti sejarah perjuangan bangsa Indonesia di daerah ini yang kondisinya memprihatinkan, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengaburkan sejarah perjuangan bangsa. Untuk tahun ini kita akan pugar dulu tetengger Garis Demarkasi yang ada di Kampung Terjun Kecamatan Medan Marelan,” kata Eddy.

Pemugaran ini dimaksudkan agar bukti sejarah perang Medan Area itu tetap lestari dan generasi muda tetap mendapatkan bukti perjuangan generasi terdahulu.

Pengetahuan Bagi Generasi Muda

Sementara itu Sejarawan, Ichwan Azhari mengatakan pentingnya menjaga dan merawat bukti-bukti sejarah sebagai pengetahuan bagi generasi muda tentang sejarah perjuangan bangsanya.
bangsanya.
“Tetengger Garis Demarkasi yang terletak di Kampung Terjun Kecamatan Medan Marelan itu merupakan salah satu tanda terjadinya Perang Medan Area yang terjadi sekitar tahun 1945 sampai 1949. Tetengger itu persisnya terletak di Jalan Kapten Rahmat Budi, Kampung Terjun Medan Marelan,” kata Ichwan Azhari.
Hal lain disampaikan Eddy, bahwa tahun ini, DHD ’45 Sumut juga akan membuat arsip virtual situs-situs sejarah dan cagar budaya yang ada di Sumatera Utara.
Arsip virtual ini akan memudahkan para peneliti dan generasi muda untuk mengetahui situs-situs sejarah yang ada di daerah ini.(m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2