Waspada
Waspada » Derissa Khairina SKed Raih IPK Tertinggi
Medan

Derissa Khairina SKed Raih IPK Tertinggi

DERISSA Khairina Khaidirman SKed. Dengan belajar sungguh-sungguh, Derissa Khairina SKed raih IPK tertinggi. Waspada/Ist
DERISSA Khairina Khaidirman SKed. Dengan belajar sungguh-sungguh, Derissa Khairina SKed raih IPK tertinggi. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Derissa Khairina Khaidirman SKed (foto), mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Unversitas Sumatera Utara (USU), berhasil menyelesaikan studinya dengan sangat memuaskan, dengan raih IPK tertinggi, 3,89.

Derissa Khairina SKed yang berhasil raih IPK tertinggi itu merupakan mahasiswa angkatan 2014.

Dara kelahiran 23 Maret 1997 ini berhasil menjadi sarjana dengan IPK tertinggi untuk batch (gelombang) Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) 2020. UKMPPD sendiri ada IV4 batch.

Derissa, putri kedua dari dua bersaudara buah cinta dr H Khaidirman, Sp B dan dr Hj Sarah Dina, MKed(OG), Sp.OG(K), berhasil menyelesaikan studi sarjana kedokterannya di usia 23 tahun.

Derissa Khairina Khaidirman diterima sebagai mahasiswa FK USU melalui jalur SBMPTN tahun 2014.

Ia masuk kuliah di usia 17 tahun dan di usia 23 tahun ia lulus . Ia kini telah menjadi sarjana kedokteran dan akan mengikuti wisuda USU dalam waktu dekat ini.

Hal ini terungkap usai Derissa mengikuti acara pelantikan dan pengambilan Sumpah bersama 66 lulusan dokter periode III Tahun Akademik 2019/2020 , Kamis (25/6).

Kegiatan itu, secara umum digelar secara daring, Kamis (25/6), meski ada beberapa rekannya mengikuti acara dengan tatap muka sebagai perwakilan.

Derissa sendiri mengikuti kegatan itu secara daring.

Acara dipimpin langsung, Dekan FK USU, Prof Dr dr Aldy Safruddin Rambe, Sp S(K) didampingi, para wakil dekan FK USU.

Derissa kepada Waspada mengaku tidak ada yang istimewa dalam pencapaian ini.

“Hanya saja, saya belajar sungguh-sungguh dan doa orangtua pastinya,” tutur alumni SMA Sutomo 1 Medan tersebut.

“Menjadi dokter memang cita-cita saya sejak kecil. Alhamdulillah sekali saya dapat diterima di FK USU dan sekarang telah menyelesaikan pendidikan S.Ked,” ucap Derissa.

Ia mengakui perjalanannya untuk bisa mewujudkan mimpi menjadi seorang dokter bukanlah perjalanan mudah.
Banyak suka duka yang telah, ia lalui hingga akhirnya mampu menyelesaikan pendidikan dengan hasil sangat memuaskan.

“Ini bisa dibilang baru setengah jalan dari upaya saya meraih cita-cita menjadi seorang dokter. Setelah selesai S1 akan melanjut ke program spesialisasi,” tuturnya.

Mengabdikan Diri

Semenatara itu, Dekan FK USU, Prof Dr dr Aldy Safruddin Rambe, Sp S(K) mengatakan, tradisi acara pengambilan sumpah dokter merupakan pernyataan kesiapan para dokter baru mengabdikan diri di tengah-tengah masyarakat.

Dia didampingi para wakil dekan FK USU pada acara sumpah dokter Periode III Tahun Akademik 2019/2020 itu,

Hendaknya pernyataan tersebut tidak hanya sekedar dilafadzkan, namun harus selalu diingat.

Karena, pernyataan sumpah spiritual tersebut mempunyai dampak yang sangat mendalam bagi setiap alumni sejak saat ini sampai akhir hayat.

“Saat ini kita sedang berada dalam kondisi yang kurang kondusif, sehingga acara sumpah dokter yang sakral ini harus kita laksanakan dengan cara yang berbeda,” katanya.

“Tetapi saya yakin makna sumpah ini tidak tergantung semata pada bagaimana kita melaksanakan acaranya, melainkan lebih kepada bagaimana kita mengucapkan sumpah ini dengan hati yang tulus dan penuh tanggung jawab, “ sebut dekan.

Kata dekan, dokter baru dituntut selalu konsisten dalam melaksanakan isi sumpah dokter dan kode etik kedokteran.

Kemudian, taat pada hukum dan berperilaku profesional, serta mempunyai kemauan untuk senantiasa menambah ilmu selama menjalankan profesinya sebagai dokter.

Memahirkan Ketrampilan

Dokter baru akan mendapatkan latihan dan memahirkan ketrampilan yang akan dibimbing oleh dokter pembimbing di rumah sakit selama 1 (satu) tahun.

Sehingga melalui proses pemahiran ini, ketrampilan dokter baru akan semakin terasah dan lebih siap saat mengabdi di masyarakat.

Proses yang akan dijalani para dokter baru masih panjang dengan tuntutan peningkatan kompetensi profesionalitas secara kontinu.

Termasuk keharusan untuk selalu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran yang sangat dinamis.

Secara ratio, katanya, jumlah dokter saat ini masih jauh dari kriteria ideal, maka diharapkan para dokter baru yang telah diambil sumpahnya siap ditempatkan di manapun untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.

Lebih lanjut, katanya, jumlah lulusan dokter FK USU diambil sumpahnya untul lulusan dokter periode III tahun akademik 2019/2020 sebanyak 67 orang (23 pria & 44 wanita).

Jumlahnya terdiri atas: Program Reguler sebanyak 49 orang, Mandiri 6 orang , Kelas Internasional 11 orang dan AUCMS 1 orang (WNA=1 orang).

Kemudian IPK ≥ 3,00: 67 orang dan IPK rata-rata 3,55 .

“Atas nama pribadi dan FK USU saya ucapkan selamat kepada dokter baru dan seluruh keluarga,” katanya.

“Perjalanan panjang selama lebih kurang 6 tahun menjalani pendidikan di FK USU hari ini berakhir, katanya.

Sebagai alumni FK USU saudara dituntut untuk selalu bekerja dengan kemampuan terbaik. Berkerjalah secara profesional sesuai kompetensi yang dimiliki dengan selalu menjunjung tinggi etika dan mematuhi semua peraturan yang berlaku.

“Jadilah agen perubahan di lingkungan kalian masing-masing, jaga nama baik almamatar. Harumkan nama Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara di tengah masyarakat,” katanya.

“Jangan lupa untuk selalu menjaga komunikasi dengan Almamatar tercinta ini,” kata dekan. (m19).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2