Delyuzar: Masih Pandemi Covid-19, Belum Aman Bersilaturahmi

  • Bagikan
COVID-19. Pengamat Kesehatan dari Universitas Sumatera Utara (USU), mengatakan, sebenarnya saat ini belum aman untuk bersilaturahmi. Waspada/ist
COVID-19. Pengamat Kesehatan dari Universitas Sumatera Utara (USU), mengatakan, sebenarnya saat ini belum aman untuk bersilaturahmi. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Saling kunjung untuk bersilaturahmi adalah tradisi di Lebaran yang tidak bisa ditinggalkan oleh masyarakat.

Oleh karena itu, tradisi ini meski masih dilanda pandemi Covid-19, namun tetap dilaksanakan oleh masyarakat.

Untuk itu, agar terhindar dari paparan Covid-19 yang jumlah kasusnya terus meningkat di Sumatera Utara (Sumut), masyarakat harus terus waspada.

Pengamat Kesehatan dari Universitas Sumatera Utara (USU), Delyuzar dr M Ked (PA), Sp PA(K) pada Sabtu (15/5) mengatakan, sebenarnya saat ini belum aman untuk bersilaturahmi.

Namun sebutnya jika kalau akan berkunjung juga, yakinkan tidak ada yang demam dan gejala spesifik lain, seperti gangguan penciuman dan rasa atau gangguan pernafasan.

“Ini masih pendemi, belum aman bersilaturahmi,” ungkapnya lagi.

Lanjutnya, jika berkunjung terdapat ada yang sakit disarankannya harus menyiapkan cuci tangan.

“Sebaiknya di depan rumah semua cucitangan pakai sabun sebelum masuk, tidak usah salaman, tidak usah makan kue, sehingga terpaksa buka masker. Usahakan tidak bercakap-cakap lagi dan segera pakai masker setelah makan dan minum, tetap jaga jarak dan bila tidak satu rumah sebaiknya berjauhan. Bila harus berbincang- bincang tetap pakai masker dan jaga jarak,” ujarnya.

Bahkan sebutnya sebaiknya bila tidak satu area, apalagi suka berkeliaran tidak usah datang mendatangi di masa pandemi ini, kasihan orang tua yang bisa terpapar dari anak muda tanpa gejala.

“Maka jangan mudik, cukup dengan video call saja silaturahminya untuk menghilangkan rasa rindu dengan sanak saudara,” tandasnya.(cbud)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *