Waspada
Waspada » Dapur Rutan Tanjunggusta Beroperasi 24 Jam Layani 4.000 Warga Binaan
Features Medan

Dapur Rutan Tanjunggusta Beroperasi 24 Jam Layani 4.000 Warga Binaan

PARA warga binaan saat mengantre pengambilan makan di dapur Rutan Klas I Medan. Dapur Rutan Tanjunggusta beroperasi 24 jam layani 4. 000 warga binaan. Waspada/Rama Andriawan.
PARA warga binaan saat mengantre pengambilan makan di dapur Rutan Klas I Medan. Dapur Rutan Tanjunggusta beroperasi 24 jam layani 4. 000 warga binaan. Waspada/Rama Andriawan.

MEDAN (Waspada): SEJAK pukul 03.00 petugas masak di dapur Rutan Tanjunggusta atau Rutan Klas I Medan sudah mulai sibuk untuk mempersiapkan menu harian yang akan diberikan kepada warga binaan.

Dari dapur yang terletak di sisi kiri bangunan rutan, para petugas ada yang terlihat sedang mencuci beras, memasak nasi, menggoreng ikan dan juga memotong sayuran. Mereka begitu cekatan. Tidak nampak asal-asalan saat mengolah bahan makanan. Mereka benar-benar terampil.

Tentu saja, ini tidak terlepas dari arahan Kepala Rutan Klas I Medan, Theo Adrianus Purba. Meski hanya masakan penjara, Theo tak ingin ribuan warga binaan terserang penyakit akibat makanan yang tidak higienis. Karena itu, kebersihan bahan-bahan makanan sangat diutamakan.

“Di sini kebersihannya, sanitasi itu semua sangat kita jaga. Artinya makanan ini kan sangat sensitif, jangan nanti ada bahan-bahan makanan yang tidak standar atau kurang sehat dan higienis. Ini bisa berdampak terhadap warga binaan. Mungkin saja nanti mereka bisa sakit perut dan lainnya,” kata Theo kepada Waspada.

Menurut Theo, dapur rutan beroperasional selama 24 jam untuk memenuhi makan dan minum warga binaan. Kurang lebih dapur melayani untuk makan 4000 warga binaan. Selain itu, dalam mengelola makan dan minum warga binaan setiap harinya, petugas masak juga dibantu oleh petugas tamping yang sudah terlatih.

“Di dapur kita ini kan beroperasional 24 jam untuk memenuhi makan dan minum warga binaan. Di samping itu juga kita dibantu petugas tamping atau warga binaan yang dianggap memenuhi syarat, mereka punya skill memasak dan memotong sayuran diperbantukan di sini,” ungkapnya.

Menu harian yang disajikan menurut Theo sudah memenuhi standar kementerian kesehatan, sehingga dengan makanan yang higienis nantinya dapat juga meningkatkan derajat kesehatan warga binaan. Karena itu ia menepis rumor soal makanan penjara yang selama ini dianggap kurang baik.

“Tak ada gading yang tak retak, pada prinsipnya kita tetap memberikan pelayanan terbaik, kita sudah sama-sama lihat bagaimana prosesnya, mulai dari pencucian berasnya yang terlebih dulu ditampi, kemudian masaknya juga sudah menggunakan steamer yang bisa memasak untuk memenuhi 200 orang. Jadi alatnya saja sudah modern yang kita gunakan,” jelasnya.

Sesuai Permenkumham

Sedangkan untuk menu-menunya, juga sudah sesuai Permenkumham Tentang Pelayanan Makanan & Minuman. Bahan-bahan menu makanan biasanya diatur per 10 hari.

Menu yang disajikan juga beragam, tidak hanya telur dan ikan saja. Mereka juga diberikan menu ayam dan daging. Kemudian ada sayuran dan sepotong buah. Untuk mengambil jatah makan, warga binaan biasanya diwakili oleh salah satu penghuni blok masing-masing.

Para petugas, kata dia, dari jam 03.00 sudah melakukan proses masak-memasak untuk pembagian makan pagi atau sarapan pagi bagi 4000 warga binaan, dengan menu yang sudah ditentukan.

“Kemudian nanti lanjut masak yang untuk siang dan malam. Kalau makan siang dibagikan pukul 11.00, makan malam dibagikan sekitar pukul 16.00. Jadi memang kondisinya bisa dibilang hampir 24 jam dapur Rutan Klas I Medan beroperasi untuk pemenuhan makan dan minum para warga binaan,” ungkapnya. (RAMA ANDRIAWAN/F).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2