Waspada
Waspada » Cuaca Ekstrim, Harga Ikan Melonjak
Medan

Cuaca Ekstrim, Harga Ikan Melonjak

BELAWAN (Waspada): Selama beberapa hari ini, cuaca ekstrim membuat para nelayan tradisional dan nelayan berskala kecil terkendala saat menangkap ikan di perairan Laut Belawan. Akibatnya, harga ikan naik dan permintaan pasar ikan meningkat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021.

 Sejumlah pengepul ikan di  Tempat Pendaratan Ikan (TPI)  di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan menjelaskan, dua bulan terakhir ini para nelayan sulit mendapatkan ikan yang banyak, karena dipengaruhi beberapa unsur salah satunya cuaca yang ekstrim sehingga menjadi hambatan utama bagi para nelayan untuk menangkap ikan.
Cuaca ektrim tersebut dipengaruhi hujan gunung yang melebihi dari biasanya sehingga air yang turun dari gunung pun mempengaruhi gelombang di laut sehingga para nelayan tradisional kesulitan menangkap ikan,” ujar Ahmad Bakri ,44, pengepul ikan di TPI Bagan Deli.
  
Dijelaskan Ahmad, biasanya kalau cuaca mendukung nelayan bisa menangkap ikan hingga berton – ton namun  saat ini cuaca ekstrim sehingga nelayan hanya bisa mendapatkan ikan seadanya.
 
Sementara di sisi lain, tambah Ahmad,  menjelang Natal dan Tahun Baru 2021 permintaan pasar pasti dua kali lipat dari biasanya bahkan bisa mencapai 3 kali lipat sedangkan nelayan belum mampu memenuhi kebutuhan pasar akibat cuaca yang kurang mendukung sehingga harga ikan melonjak naik.
“Cuaca ekstrim ini berpengaruh terhadap  harga ikan dan pendapatan nelayan, apa lagi  menjelang Natal dan Tahun Baru 2021 permintaan pasar dua kali lipat dari biasanya bahkan lebih,” jelasnya lagi.
Ahmad mengakui, sejauh ini  pihaknya masih bisa mengontrol kenaikan harga ikan.  Saat ini kenaikan hanya berkisar 3 – 5ribu rupiah saja, seperti ikan Gembung Kuring  harga normalnya Rp26 ribu dan ikan Kedah 17 ribu. Harga Gembung Kuring  dan Ikan Kedah naik Rp4000 per kilogramnya. Harga Ikan Gembung Kuring naik menjadi Rp 30 ribu perkilogramnya dan Ikan Kedah menjadi Rp20 ribu per kilogramnya.
Diperkirakan nanti terhitung mulai  21 Desember 2020 mungkin harga ikan dan menu laut lainnya bisa melonjak Rp20.000 bahkan sampai dua kali lipat dari harga biasanya,” beber Ahmad menambahkan.
 
Diakui Ahmad, pihaknya tak ingin menaikkan harga ikan tersebut namun karena memang sudah segitu harga yang diberikan para nelayan lantaran cuaca yang kurang mendukung tersebut menjadi kebutuhan keluarga.
Para nelayan juga punya keluarga anak istri yang harus dipenuhi kebutuhan ekonominya mulai dari pendidikan hingga pangan,” sebutnya Ahmad seraya menambahkan sejauh ini pemerintah belum mampu menetralisir harga menu laut tersebut ketika menjelang Natal dan Tahun Baru 2021 atau menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pantauan Waspada di TPI Bagan Deli, Jumat (18/12), sejumlah kapal-kapal nelayan tradisional menurunkan ikan-ikan hasil tangkapannya dalam jumlah yang minim dan menjualnya kepada pengumpul atau pengepul hasil laut. Minimnya hasil tangkapan karena cuaca ekstrim membuat pendapatan nelayan hanya bisa mencukupi kebutuhan untuk sehari saja, belum lagi ditambah dengan biaya keperluan untuk melaut. (m27

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2