Waspada
Waspada » Cuaca Ekstrim Halangi Nelayan Tradisional Melaut
Medan

Cuaca Ekstrim Halangi Nelayan Tradisional Melaut

SEJUMLAH kapal-kapal tradisional penjaring Gurita berada di tangkahan Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan karena cuaca ekstrim di tengah Laut Belawan. Cuaca ekstrim halangi nelayan tradisional melaut.Waspada/Andi Aria Tirtayasa
SEJUMLAH kapal-kapal tradisional penjaring Gurita berada di tangkahan Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan karena cuaca ekstrim di tengah Laut Belawan. Cuaca ekstrim halangi nelayan tradisional melaut.Waspada/Andi Aria Tirtayasa

BELAWAN (Waspada): Akibat cuaca ekstrim halangi para nelayan tradisional  pencari Gurita selama beberapa hari ini untuk melaut guna mencari.

Saat ini cuaca ekstrim ditandai dengan hujan deras disertai angin kencang dan gelombang tinggi di Belawan telah halangi kapal milik nelayan tradisional melaut.

Kapal-kapal ikan mereka kini tertahan di tangkahan Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan.

Salah seorang nelayan penjaring Gurita bernama Putra,40, warga Lorong Ujung Tanjung Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan kepada Waspada, Senin (14/12) menyebutkan, saat ini ratusan kapal penangkap Gurita tertahan di tangkahan Bagan Deli akibat cuaca buruk.

“Saat ini cuaca buruk. Hujan deras disertai angin kencang dan gelombang tinggi membuat nelayan penjaring Gurita tak berani ke tengah laut,” sebut Putra.

Disebutkan Putra, karena belum bisa melaut selama beberapa hari, para nelayan terpaksa menggunakan uang simpanannya untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari sembari menunggu cuaca normal kembali.

Padahal, tambah Putra, harga Gurita saat ini mahal, karena menu laut tersebut berkualitas ekspor ke mancanegara.

Pantauan Waspada, karena belum bisa melaut, para nelayan terpaksa mengisi kegiatannya dengan memperbaiki jalan yang rusak dan membersihkan kapal-kapal dan boatnya di tangkahan.

Selain itu, para nelayan terlihat asyik ngobrol dengan sesama nelayan.

Waspada Cuaca Buruk

Sementara itu, Camat Medan Belawan Ahmad SP mengimbau para nelayan dan warga di pesisir Belawan agar mewaspadai cuaca ekstrim dan fenomena banjir air pasang laut (rob) yang diprediksi sejak 12 hingga 17 Desember 2020 akan terjadi di pesisir Belawan sesuai prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Para nelayan harus hati-hati mencari nafkah di laut, karena cuaca sangat ekstrim. Sesuai prediksi dari BMKG, masyarakat pesisir Belawan sekitarnya diimbau agar waspada adanya fenomena banjir pasang air laut (rob) yang diprediksikan berpotensi terjadi mulai 12 hingga 17 Desember 2020 di pesisir Belawan dan sekitarnya,” ujar Camat Medan Belawan.

Dijelaskan Camat Medan Belawan, akibat banjir rob tersebut akan berdampak terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktifitas masyarakat serta bongkar muat di pelabuhan.

“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak banjir rob serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” imbau Ahmad.

Camat Medan Belawan juga senantiasa berkordinasi dengan pihak BMKG dan BPBD Kota Medan untuk memantau situasi terkini di perairan Laut Belawan. (m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2