Covid-19 Sumut Perlahan Membaik

Covid-19 Sumut Perlahan Membaik

  • Bagikan
Covid-19. Ilustrasi
Covid-19. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Setelah beberapa pekan berada dalam situasi terparahnya, secara perlahan situasi pandemi Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mulai membaik.

Bahkan untuk saat ini, Provinsi Sumut tidak memiliki lagi daerah berzona merah (risiko tinggi) dan diwaktu yang sama jumlah zona oranye (risiko sedang) semakin berkurang serta zona kuning (risiko rendah) semakin meningkat.

Berdasarkan laporan yang disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 pusat melalui website resminya pada, Rabu (8/9) jumlah zona kuning di Sumut meningkat delapan daerah dibandingkan pekan lalu, yakni dari 14 menjadi 22 daerah. Kemudian zona oranye turun dari 14 menjadi 11 daerah, namun untuk zona hijau sejauh ini Sumut belum mendapatkannya kembali.

Adapun ke-22 daerah di Sumut yang berzona kuning masing-masing, Pakpak Bharat, Samosir, Nias Barat, Tanjungbalai, Tapteng, Nias, Dairi, Paluta, Labusel, Labuhanbatu, Madina, Batubara, Gunung Sitoli, Tapsel, Karo, Simalungun, Humbahas, Nias Utara, Padangsidimpuan, Taput, Asahan dan Nias Selatan.

Lalu untuk zona oranye, masing-masing Tebingtinggi, Deliserdang, Toba, Sibolga, Serdangbedagai, Padang Lawas, Labura, Medan, Binjai, Langkat dan Pematangsiantar.

Seperti diketahui, penetapan status zonasi risiko daerah ini dikeluarkan Satgas Covid-19 berdasarkan data hasil pembobotan skor pada 5 September 2021. Data itu didapat dari hasil setiap perhitungan indikator baik epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.

Sementara itu, berdasarkan data Kemenkes yang dikeluarkan BNPB, Sumut tercatat masih memperoleh penambahan 459 kasus baru konfirmasi positif, sehingga total akumulasi kasusnya tembus menjadi 100.313 orang. Sedangkan kasus kesembuhan, bertambah 1.345, sehingga total akumulasinya naik menjadi 82.072 orang.

Lalu untuk kasus kematian, Sumut memperoleh penambahan 37 kasus, menjadi 2.556 orang. Oleh karena itu, berdasarkan data tersebut kasus aktif Covid-19 Sumut kembali mengalami penurunan 923 poin dari 16.608 menjadi 15.685 orang.

Infrastruktur

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah yang disinggung soal pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah mengharapkan, seluruh kepala daerah memastikan betul infrastruktur sekolah telah memenuhi protokol kesehatan (prokes).

“Kita memang menyerahkan kepala daerah untuk melihat daerahnya. Sebab (kepala daerah) lebih tau daerahnya meski izin tetap dari provinsi, namun bupati/wali kota lah yang membuat keputusan,” katanya.

Seperti diketahui pelaksanaan PTM terbatas di masa pandemi Covid-19 di Sumut diatur melalui Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/39/INST/2021 tertanggal 30 Agustus 2021. Instruksi itu ditujukan kepada bupati/wali kota yang daerahnya bukan termasuk wilayah PPKM level IV maupun zona merah.

Adapun izin PTM terbatas itu sudah boleh dilaksanakan per 1 September 2021, dengan sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi.

“Memang beberapa daerah sudah dibolehkan. Tapi ada beberapa daerah termasuk Medan, belum memulai. Meski PTM sudah boleh namun belum serentak dilakukan. Kita meminta kepala daerah ikut melihat daerahnya, jangan sampai dipaksakan juga,” sebut Ijeck.

Sementara terkait kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sumut yang diperpanjang hinggal tanggal 20 September 2021, Ijeck menyebut tak begitu banyak berubah. Saat ini beberapa Kabupaten/Kota, perkembangan kasus Covid-19 nya menunjukkan tren penurunan, termasuk juga keterisian tempat tidur (BOR) di sejumlah rumah sakit.

“Akan tetapi kita terus menjaga supaya angka paparan ini tidak lagi meluas, makanya harus sama-sama kita jaga protokol kesehatan dan upaya vaksinasi menyeluruh ke masyarakat,” ujarnya.

Di samping itu pihaknya bersama pemerintah kabupaten/kota terus menggenjot vaksinasi kepada masyarakat, untuk mencapai target kekebalan kelompok demi memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Upaya kita adalah bagaimana vaksin ini bisa menyeluruh ke masyarakat. Ini upaya yang memang bisa membantu menekan angka paparan covid kita,” pungkasnya. (cbud)

  • Bagikan