Waspada
Waspada » Covid-19 Jadi Pelajaran Bagi Manusia Jaga Keseimbangan Alam
Medan

Covid-19 Jadi Pelajaran Bagi Manusia Jaga Keseimbangan Alam

KETUA Fraksi PAN DPRD Sumut, H Hendra Cipta SE. Covid-19 jadi pelajaran bagi manusia jaga keseimbangan alam. Waspada/Ist
KETUA Fraksi PAN DPRD Sumut, H Hendra Cipta SE. Covid-19 jadi pelajaran bagi manusia jaga keseimbangan alam. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut, H Hendra Cipta SE (foto) menyebutkan, pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia jadi pelajaran penting bagi manusia untuk jaga keseimbangan alam.

“Pandemi Covid-19 ini jadi pelajaran berharga bagi manusia perihal pentingnya jaga keseimbangan alam,” kata Hendra, dalam refleksi akhir tahun 2020 dan menyambut tahun baru 2021, kemarin.

Refleksi akhir tahun ini merespon kerusakan ekosistem hutan dan pemanfaatan sumber daya alam, dan timbulnya bencana pandemi Covid-19 di seluruh dunia.

Hal ini menunjukkan kalau manusia merusak keragaman hayati, juga merusak sistem pendukung kehidupan manusia.

Menurut Hendra, bukan hanya pendemi Covid -19 yang tak kunjung selesai, pada tahun 2020, kita juga diterpa bencana alam (banjir) dan longsor yang melanda beberapa daerah yang begitu luar biasa hingga menimbulkan kerugian yang begitu besar bahkan menelan korban jiwa.

Bencana yang telah terjadi pada kemarin di sejumlah daerah di Sumatera utara (banjir bandang,longsor banjir kota Medan, Tebing tinggi dan lainnya.

“Itu akibat tidak sempurnanya manjemen pengelolaan hutan kita dan pegawasannya yang begitu lemah,” ujarnya.

Padahal hutan dan sumber daya alam adalah kekayaan absolut milik Sumatera Utara yang harus dipertahankan dan dijaga oleh semua pihak.

“Kita benar-benar memasuki tahun mencenangkan. Saat ini, untuk dekade ke depan kita harus segera membereskan tingkat keterancaman ekosistem, terjadinya penurunan kualitas lingkungan (akibat perubahan lingkungan secara alami maupun akibat perbuatan manusia),” katanya.

Inventarisasi

Di sisi lain, seharusnya telah sejak awal, pemerintah /pemerintah daerah telah melakukan pendataan/inventarisasi serta proses validasi dan verifikasi (secara fisik dan yuridis) terhadap potensi bencana alam.

Sehingga mampu memberikan suatu kepastian informasi bencana, kepastian informasi akan mampu memberikan ketenangan dan perlindungan masyarakat dari akibat–akibat potensi bencana alam.

Selain itu kita menyadari bencana juga menyebabkan dampak psikologis yang mendalam bagi korban bencana, sehingga perlu diberikan perlindungan baik dari segi kesehatan mental maupun keamanan bagi korban bencana.

Banyak pemangku kepentingan yang harus bersedia untuk terlibat secara sukarela dalam penanganan bencana di dalam masa pemulihan pascabencana baik di wilayah kabupaten/kota maupun di tingkat yang lebih luas.

Menurut Hendra, Pemprovsu harus berani mengambil resolusi dan langkah–langkah yang konkrit serta komprehensif dalam penangganan kerusakan lingkungan dan pemulihan ekosistem sumber daya alam.

Yakni penyelenggaraan kegiatan penanggulangan pascabencana harus dilakukan secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman, risiko, dan dampak bencana.

Baik dampak bencana berupa korban jiwa, kerusakan dan kerugian pada berbagai aspek kehidupan sangat besar.

Kemudian perlunya penguatan modal manusia (human capital) dan peningkatan pegawasan pengelolaan hutan secara spesifik (penambahan personil polisi kehutanan, sarana dan prasarana dan penambahan teknologi yang terbaru guna menunjang kinerja di lapangan.)

Selanjutnya perlu memulihkan ekosistem pada kawasan hutan yang terdeforestasi, melindungi dan memperkaya ekosistem pada kawasan hutan yang masih alamiah, dan memanfaatkan fungsi ekosistem secara partisipatif, mandiri dan berkelanjutan. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2