Citilink Kembali Buka Penerbangan Banda Aceh, Sibolga Dan Gunung Sitoli

  • Bagikan
DIREKTUR Niaga dan Kargo Citilink, Ichwan F Agus diacara Citilink Mini Gathering, Kamis (19/5) di Santika Dyandra Hotel Medan. Waspada/Yuni Naibaho
DIREKTUR Niaga dan Kargo Citilink, Ichwan F Agus diacara Citilink Mini Gathering, Kamis (19/5) di Santika Dyandra Hotel Medan. Waspada/Yuni Naibaho

MEDAN (Waspada): Maskapai penerbangan Citilink kembali membuka penerbangan dari Bandara Kualanamu Internasional Sumatera Utara ke Banda Aceh, Sibolga dan Gunung Sitoli.

Hal ini dikatakan Direktur Niaga dan Kargo Citilink, Ichwan F Agus diacara Citilink Mini Gathering, Kamis (19/5) di Santika Dyandra Hotel Medan. “Kita aktifkan kembali rute yang sudah pernah ada sebelumnya. Dimana penerbangan pertama akan dilakukan pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2022,” ujarnya.

Menurutnya, pembukaan rute kembali tersebut merupakan komitmen Citilink untuk memberikan aksebilitas transportasi udara di Sumut. “Kita beri alternatif juga ke penumpang buat penumpang yang ingin menggunakan jasa udara dan memberi pelayanan yang singkat serta efisien,” katanya.

Selain itu, lanjut Ichwan, pembukaan rute ini diharapkan dapat menjangkau ke daerah-daerah lain di Indonesia. Apalagi di Sumut, potensi jumlah penduduk, daya beli dan konektivitas turis yang sangat besar.
“Ke depan kita akan membuka rute ke daerah lain, seperti Medan-Pekan Baru. Selain itu terbang disekitar negara Asean,” katanya.

Pihaknya, dilanjutkan Ichwan, bia memanfaatkan untuk pengangkutan barang-barang hasil pertanian, hasil hutan dan hasil laut yang bukan hanya dipasarkan di dalam negeri.
“Bersama Garuda Indonesia, kami ingin bekerjasama bagaimana kita memperbesar meningkatkan ekspor barang-barang hasil pertanian, hasil laut ,hasil hutan itu bisa juga kita ekspor ke luar negeri untuk meningkatkan devisa negara,” paparnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalan Wisata (Asita) Sumatera Utara, Solahuddin Nasution, menyatakan dukungannya dengan pembukaan kembali ketiga rute tersebut dan merupakanpeluang positif bagi pelaka usaha pariwisata dan diharapkan kembali eksis dengan berkolaborasi ke travel agent.

“Pembukaan rute ini tanda mulainya menggeliat kembali pariwisata Sumut. Meski memang untuk pasar internasional masih cukup menguntungkan karena Sumut lebih dekat ke negara-negara Asean,” tuturnya. (h01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.