Waspada
Waspada » Buruh PT Unibis Gelar Aksi Demo
Medan

Buruh PT Unibis Gelar Aksi Demo

PARA buruh PT Unibis saat melakukan aksi demo di depan kantor pabrik roti tersebut di Jl. KL Yos Sudarso Km 7 Kelurahan Tanjungmulia Kecamatan Medan Deli, Senin (10/8).  Waspada/Andi Aria Tirtayasa
PARA buruh PT Unibis saat melakukan aksi demo di depan kantor pabrik roti tersebut di Jl. KL Yos Sudarso Km 7 Kelurahan Tanjungmulia Kecamatan Medan Deli, Senin (10/8).  Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Puluhan buruh PT Unibis gelar aksi demo di depan kantor perusahaan pabrik roti tersebut di Jl KL Yos Sudarso Km 7 Kelurahan Tanjungmulia Kecamatan Medan Deli, Senin (10/8).

Para buruh PT Unibis yang gelar aksi demo itu menuntut pihak perusahaan agar mengembalikan gaji buruh yang telah dipotong tanpa alasan yang jelas.

Kemudian mendesak agar tidak ada lagi pemotongan gaji buruh.

Selain itu, para buruh juga menuntut pihak perusahaan  segera memberikan ekstra puding sesuai jumlah kalori.

Serta membayar uang pesangon terhadap sejumlah buruh yang telah dikenakan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.

Seorang pekerja PT Unibis bernama Ari Sanjaya menyebutkan, pihak perusahaan sepertinya kebal hukum.

Mereka tidak mau memberikan hak-hak para buruh meskipun pada aksi demo pada 10 Juni 2020 lalu.

Yakni antara pihak perusahaan, buruh dan mewakili Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan telah membuat kesepakatan bersama.

“Ternyata, isi kesepakatan bersama itu hanya di atas kertas saja karena buktinya sampai sekarang pihak perusahaan belum memenuhi kesepakatan,” katanya.

Artinya, pihak perusahaan ingkar janji sehingga para buruh melakukan aksi unjuk rasa lagi,” ujar Ari Sanjaya didampingi Rudi Handoko.

Dijelaskan Ari Sanjaya, pemotongan gaji para pekerja pabrik tersebut sangat bervariasi mulai dari Rp200 ribu hingga Rp1.900.000 dan pemotongan tersebut tanpa alasan yang jelas.

“Pihak perusahaan sesuka hatinya memotong gaji buruh sementara hak-hak normatif buruh diabaikan begitu saja.

Tanpa Alasan Jelas

Begitu juga dengan pemberhentian sepihak tanpa memberikan uang pesangon,” tegas Ari yang sudah 11 tahun bekerja di pabrik roti tersebut.

Dijelaskan Ari, selain memotong gaji para pekerja tanpa alasan yang jelas, pihak perusahaan juga tidak mau membayar upah lembur.

Pantauan Waspada, meksi aksi demo dilakukan sejak pagi hingga menjelang sore hari, pihak perusahaan tidak menanggapi aksi demo tersebut karena pihak perusahaan tidak mau menampung aspirasi para  buruh tersebut.

“Kami akan tetap menggelar aksi demo hingga tuntutan kami dipenuhi,” jelas Ari Sanjaya.

Aksi demo para pekerja pabrik roti tersebut mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian setempat  (m27)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2