Waspada
Waspada » Bunuh Teman, Pak Jeksen Ditembak Polisi 
Medan

Bunuh Teman, Pak Jeksen Ditembak Polisi 

TERSANGKA YG alias Pak Jansen saat hendak dijebloskan ke dalam sel Polres Pelabuhan Polres Pelabuhan setelah diburon selama 2 bulan. Bunuh temannya, akhirnya Pak Jensen ditembak polisi. Waspada/Andi Aria Tirtayasa
TERSANGKA YG alias Pak Jansen saat hendak dijebloskan ke dalam sel Polres Pelabuhan Polres Pelabuhan setelah diburon selama 2 bulan. Bunuh temannya, akhirnya Pak Jensen ditembak polisi. Waspada/Andi Aria Tirtayasa

BELAWAN (Waspada): Meski sudah bersembunyi di Kabupatan Padang Lawas Utara, pelaku pembunuhan terhadap temannya sendiri, YG alias Pak Jensen akhirnya ditembak polisi dari personil gabungan Reskrim Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Belawan.

Pelaku berinisial YG alias  Pak Jeksen,39, warga Jl. Aluminum Raya, Lingkungan 18, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Senin (15/2) dijebloskan ke dalam sel usai menjalani perawatan medis akibat luka tembak di kakinya.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP MR Dhayan menyebutkan, tersangka YG alias Pal Jeksen sudah dua bulan menjadi daftar pencarian orang (DPO) karena membunuh teman sendiri.

Tersangka YG alias Pak Jeksen terpaksa ditembak polisi, karena melawan saat dilakukan pengembangan terhadap barang bukti.

“Tersangka YG alias Pak Jeksen merpakan buronan kasus pembunuhan terhadap korban Zulfan Dhuru alias Pak Paldo yang terjadi pada 9 November 2020 lalu.

Pelaku tega menikam temannya sendiri karena sakit hati, mereka ini sama – sama bekerja sebagai buruh angkut di Tanjung Mulia,” jelas Kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP I Kadek Hery Cahyadi.

Setelah dilakukan penyelidikan selama dua bulan lamanya, ungkap Dayan, pihaknya mengetahui pelaku berada di Padang Lawas Utara membentuk tim untuk melakukan pengejaran. Akhirnya pelaku berhasil ditangkap pada 10 Februari 2021 lalu.

“Setelah  ditangkap, pada saat dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti, pelaku berusaha melawan. Akhirnya anggota kita melakukan tindakan tegas dan terukur ke arah kaki pelaku,” sebut Dayan.

Dalam kasus itu, lanjut Dayan, pihaknya mènjerat pelaku dengan Pasal 340 Subs Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama pidana penjara 20 tahun. (m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2