Waspada
Waspada » Bunuh Istri, Oknum TNI Dihukum 20 Tahun Penjara
Medan

Bunuh Istri, Oknum TNI Dihukum 20 Tahun Penjara

TERDAKWA saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Militer I-02 Medan, Selasa (24/11). Oknum TNI itu dihukum 20 tahun penjara karena membunuh istrinya. Waspada/ist
TERDAKWA saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Militer I-02 Medan, Selasa (24/11). Oknum TNI itu dihukum 20 tahun penjara karena membunuh istrinya. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Oknum TNI Praka Marten Priadinata Candra, dihukum 20 tahun penjara dan pemecatan oleh majelis hakim yang diketuai Letkol Sus Sarifuddin Tarigan dalam sidang di Pengadilan Militer I-02 Medan, Jl Ngumban Surbakti, Medan, Selasa (24/11).

Oknum TNI yang bertugas di Korem 023/KS Sibolga itu dihukum 20 tahun penjara karena dinyatakan bersalah karena melakukan pembunuhan berencana terhadap istrinya, Ayu Lestari dibantu selingkuhannya.

Sidang dengan nomor perkara: 50-K/PM.I-02/AD/IX/2020, digelar di Ruang Sisingamangaraja XII yang diketuai langsung oleh Kepala Pengadilan Militer I-02 Medan Letkol Sus Sarifuddin Tarigan SH MH, dan hakim anggota masing-masing Letkol Chk Sudiyo SH MH, serta Mayor Sus Ziky Suryadi SH MH.

“Menjatuhi terdakwa dengan pokok pidana penjara selama 20 tahun, pidana tambahan dipecat dari dinas militer,” ucap hakim dalam amar putusan.

Hakim menyebutkan, terdakwa Marten terbukti secara sah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama.

Terdakwa dikenakan dakwaan primer Pasal 340 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, dengan dakwaan subsider Pasal 338 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dikatakan hakim, hal yang meringankan hukuman terdakwa, karena mengaku bersalah dan memohon agar diberi kesempatan hidup.

Selain itu, hakim juga mempertimbangkan anak terdakwa yang masih berusia 7 tahun yang sudah kehilangan ibu.

Atas putusan itu, terdakwa diberi kesempatan apakah menerima putusan, pikir-pikir selama 7 hari atau melakukan banding. Namun setelah diskusi dengan kuasa hukumnya, terdakwa memutuskan untuk memilih berpikir dulu atas putusan itu.

Dalam persidangan sebelumnya terdakwa dituntut oleh Oditur Militer dengan pidana pokok hukuman mati serta pidana tambahan dipecat dari dinas militer.

Kasus pembunuhan itu, sebelumnya, berawal dari penemuan tulang belulang manusia di semak-semak di Jl. Baru Lingk. 4 Kel. Sihaporas Nauli, Kec. Pandan, Kab. Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Mei 2020 lalu.

Belakangan diketahui, identitas tulang belulang tersebut bernama Ayu Lestari yang merupakan istri seorang anggota TNI bernama Praka Marten Priadinata Candra, anggota Korem 023/KS. (m32).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2