Waspada
Waspada » Bulan Ramadhan Masjid Raya Al Mahsun Tanpa Bubur Pedas
Medan

Bulan Ramadhan Masjid Raya Al Mahsun Tanpa Bubur Pedas

Memasuki Bulan Suci Ramadhan, Masjid Raya Al Mahsun Medan tampak dipercantik dengan pengecatan ornamen dinding kubah.Waspada/Anum Saskia
Memasuki Bulan Suci Ramadhan, Masjid Raya Al Mahsun Medan tampak dipercantik dengan pengecatan ornamen dinding kubah.Waspada/Anum Saskia

MEDAN(Waspada): Masa Pandemi Covid memasuki tahun kedua di Bulan Ramadhan. Untuk itu, Masjid Raya Almahsun Medan, tidak menyiapkan bubur pedas untuk berbuka puasa.

Tahun lalu, juga begitu. Bubur pedas tidak disiapkan bagi masyarakat seperti tahun sebelumnya.

“Ya, sudah tahun kedua kita tidak siapkan bubur pedas untuk berbuka puasa,” kata Hamdan Pengurus Masjid Raya Al Mahsun Medan, Senin (12/4).

Kata dia, dengan tidak disiapkan makanan bubur pedas, pihaknya masih tidak lagi membuat program memasak.

“Dulu, setiap akan bulan Ramadhan kita sudah sampaikan kepada donatur pembiyaaan untuk bubur pedas. Sejak tidak ada pembuatan lagi, ya tidak mengajukan proposal kepada donatur,” ungkapnya.

Dia menambahkan, biasanya, setiap bulan suci Ramadhan, Masjid Raya Al Mashun membagikan sekitar 1.000 porsi untuk warga setiap hari usai shalat Asar hingga menjelang berbuka puasa selama bulan Ramadan.

“Ya, sejak Pandemi Covid, tradisi ikut tertunda. Padahal tradisi ini sudah berlangsung sejak masa kejayaan Kesultanan Melayu Deli, dan sesuatu yang sangat dinantikan masyarakat,” ucapnya.

Lalu, bagaimana dengan warga yang akan terbuka puasa di Masjid Raya?

“Oh tidak masalah. Tapi makanan berbuka tidak disediakan secara khusus. Namun, kalau ada yang menitipkan makanan untuk berbuka puasa karena ingin bersedekah, kami terima dan kami siapkan untuk warga yang akan berbuka di Masjid Raya ini. Tapi, tahun lalu, karena pandemi, warga yang berbuka tidak banyak. Namun tetap ada sembari shalat magrib berjamaah, jumlahnya sedikit,” ucapnya.

Persiapan

Hal lain disampaikan Hamdan, pihaknya sudah membuat berbagai persiapan dalam rangka menyambut dan memeriahkan Bulan Suci Ramadhan.

“Kami tetap siapkan disinfektan di pintu masuk. Sanitizer serta tempat cuci tangan sebelum masuk kawasan masjid. Bagian dalam masjid juga sudah dirapikan agar jamaah nyaman beribadah,mtetap dianjurkan untuk membawa keperluan shalat sendiri seperti mukena dan sajadah kecil,” ujarnya.

Terkait kebiasaan kelompok pengajian untuk melaksanakan aktivitas berjamaah selama Bulan Suci Ramadhan di Masjid Raya, Hamdan menyebutkan hingga kini belum bisa memberi ijin atas kegiatan yang sangat ramai.

“Kita tetap patuhi prokes masa pandemi Covid, maka kegiatan kelompok pengajian yang ramai berpotensi berkerumun belum dibolehkan,” pungkasnya.(m22)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2