Waspada
Waspada » Buku Zenit Nadir Sang Doktor Inspirasi Kaum Milenial
Medan

Buku Zenit Nadir Sang Doktor Inspirasi Kaum Milenial

Dr dr Cashtyr Meher, M Kes M Ked. (DV) SpDV. Buku Zenit Nadir Sang Dokter layak dijadikan inspirasi kaum milenial. Waspada/ist
Dr dr Cashtyr Meher, M Kes M Ked. (DV) SpDV. Buku Zenit Nadir Sang Dokter layak dijadikan inspirasi kaum milenial. Waspada/istv

MEDAN(Waspada): Buku Zenit Nadir Sang Doktor layak jadi inspirasi kaum milenial. Buku berisikan pengalaman Dr dr  Cashtyr Meher, M Kes M Ked. (DV) SpDV ini diluncurkan di Medan, kemarin.

Perempuan penyandang lima gelar sekaligus ini menghadirkan sisi hidup hingga titik terendah melalui buku Zenit Nadir Sang Doktor, yang pantas jadi inspirasi kaum milenial  muda, kalangan perempuan dan masyarakat luas.

“Titik terendah itu terjadi pada perekonomian keluarga kami. Pernah jatuh bangun sampai tidak punya apa-apa lagi dan terjadi pada saat saya mau masuk kuliah,” ungkap Cashtry pada wartawan dalam pada launching buku Zenit Nadir Sang Doktor, di Medan, Sabtu (15/2/).

Dia menambahkan, pasti banyak orang tak menyangka hal itu sebab mereka berada di tengah keluarga yang kaya.

”Di buku biografi ini akan dituangkan pahit getir yang saya dan keluarga rasakan,” urainya.

Dijelaskan, menjadi anak sulung membuat harus menjadi panutan, selalu memberikan contoh yang baik bagi ketiga adiknya.

“Tentunya beban ini tidak ringan. Menyandang lima gelar sekaligus sekarang ini juga tidak segampang membalikkan telapak tangan,” katanya.

Melalui buku berjudul Zenit Nadir Sang Doktor, Cashtry ingin menceritakan kisah perjalanan hidupnya untuk menginspirasi kalangan muda,

Dijelaskan, Cashtry buku yang ditulis oleh wartawan senior, Nurni Sulaiman tersebut bercerita mengenai pahit getirnya kehidupan yang dialami Cashtry.

Dia berharap pembaca, terutama mahasiswa, ibu-ibu muda, dan seluruh perempuan untuk mengejar apa yang menjadi target dan tujuan hidup.

Susunlah skala prioritas dalam kehidupan ini. Atur waktu secara baik.

Jangan Buang Waktu

“Jangan pernah buang waktu kalian. Targetkan usia berapa kalian akan mengakhiri kesibukan, dan mulailah menata hidup baru dengan menikmati apa yang telah dicapai,” pesan Cashtry.

Karena dengan bekerja keras kelak akan meraih keberhasilan.

“Apapun yang terjadi pada titik nadir hidup buanglah rasa kecewa dan amarah. Tetap berpikir positif dan yakin kepada-Nya. Bila meraih titik zenit jangan lupa kepada yang di bawah,” ungkap perempuan yang disapa Cio.

Penulis buku Zenit Nadir Sang Doktor dan juga jurnalis aktif di The Jakarta Post, Nurni Sulaiman mengatakan, penulisan buku setebal 176 halaman ini memakan waktu singkat, yakni satu bulan.

Penulisan buku tersebut dikerjakan di sela-sela kegiatan Fellowship Senior Journalist di tiga negara Amerika, Turki dan Bangladesh – yang difasilitasi wadah East West Centre, Amerika Serikat.

Tulisan di dalam buku tersebut merupakan fakta kehidupan Cashtry. Isi buku juga akan menginspirasi anak-anak muda milenial, karena di usia 31 tahun Cashtry telah menyandang 5 gelar sekaligus.

“Padahal Cashtry hampir putus sekolah. Maka dari itu, judul buku mengambil kata zenit dan nadir,” katanya.

Artinya, zenit adalah pengamatan tertinggi di bumi, sedangkan nadir pengamatan terendah di bumi.

Jadi, segala titik tertinggi dan terendah dalam kehidupan Cashtry sang doktor ditumpahkan di dalam buku itu.

Sebab dalam pendidikan yang dijalaninya juga tak pernah selalu mulus,” kata Nurni.

Apresiasi Pada Sang Putri

Dalam launching buku tersebut, Dadak sebutan Cashtry pada sang ayah Meher Ban Shah dan mama Yunita memberikan apresiasi pada sang putri.

Dia berharap dengan peluncuran buku ini bisa disambut baik oleh masyarakat.

Kalau jelek isinya diperbaiki dan kalau bagus tidak perlu dipuji namun harus ditingkatkan agar lebih baik lagi.

“Pandanglah buku suatu yang positif. Jangan merasa bangga dengan keberhasilan belajar terus karena ilmu tidak ada tamatnya,” pesan Meher.

Saat ini buku Zenit Nadir Sang Doktor telah menduduki top ten best seller di Gramedia, dan telah dicetak sebanyak 3.000 buku.

Peluncuran buku telah dilakukan sejak 27 Januari 2020 lalu, dan di Medan adalah launching buku yang dikhususkan bagi kerabat di Medan.

Cashtry saat ini merupakan dokter spesialis dermatologi dan venereology di Rumah Sakit Mitra Medika dan Centrum Clinic Medan, juga salah satu dosen di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). (m37)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2