Waspada
Waspada » Buku Biografi Muhammad Syafii Bercerita Tentang Tiga Kehidupan
Medan

Buku Biografi Muhammad Syafii Bercerita Tentang Tiga Kehidupan

Dr Drs H Mhd Syafii SH, MH, M.Si saat menyampaikan sambutan di acara bedah buku di Hotel Grand Aston, Rabu (15/1). Waspada/Rama Andriawan.
Dr Drs H Mhd Syafii SH, MH, M.Si saat menyampaikan sambutan di acara bedah buku di Hotel Grand Aston, Rabu (15/1). Waspada/Rama Andriawan.

MEDAN (Waspada): Buku biografi Dr  Drs H Mhd  Syafii  SH, MH, M Si, yang ditulis Dr Aidi Yursal bercerita tentang tiga kehidupan, yakni dunia pemerintahan, pendidikan dan politik. Kehadiran mendapat respon dari undangan yang hadir dalam acara bedah buku yang digelar di Hotel Grand Aston, Medan, Rabu (15/1).

Buku tersebut berjudul: ‘Muhammad Syafii Si Pemberani Dari Batubara Bagai Mengalir Darah Satria Pangeran Asal Kerajaan Alam Pagaruyung’.

Hadir di antaranya Gubsu Edy Rahmayadi, Menteri Hukum dan HAM diwakili Kakanwil Kemenkumham Sumut, Sutrisman, Sultan Langkat Sultan Azwar Abdul Jalil Rahmad Shah. Para sultan dari berbagai daerah, Forkompimda Sumut dan lainnya.

Dr  Drs H Mhd Syafii SH, MH, M.Si, menyampaikan, buku biografinya yang ditulis Dr Aidi Yursal selama lebih kurang setahun, terwujud setelah melalui diskusi, riset survei yang cukup panjang.

“Buku ini mengingatkan kembali perjalanan hidup yang telah saya lalui semenjak lahir sampai saat ini,” ucapnya

Dalam buku itu, di antaranya bercerita soal kehidupan yang dilalui Muhammad Syafii yang sudah melewati tiga kehidupan dunia.

“Secara singkat saya sampaikan bahwa saya telah melalui tiga  dunia yang berbeda, yaitu dunia birokrasi yaitu pemerintahan, kedua dunia pendidikan dan sekarang masuk ke dunia politik,” tuturnya.

Inspirasi

Pada buku ini, lanjutnya, ia berusaha menceritakan semua hal yang mungkin terjadi dan dapat menjadi  insipirasi bagi semua yang hadir di acara bedah buku tersebut.

“Sejak dulu saya sudah memilki prinsip hidup dengan moto, ubah pikiranmu untuk mengubah duniamu. Artinya prinsip ingin selalu dinamis melihat perubahan, tetapi statis di dalam berpikir dan bertindak menyikapi perubahan hidup,” pungkasnya.

“Hal ini telah saya buktikan bahwa saya telah melalui tiga perubahan kehidupan,  yaitu berkarir sebagai birokrat, akademisi,  dan saat ini menjadi politisi,” sambungnya.

Kata dia, dalam kehidupan ketiganya, panggilan ikhlas  sebagai politisi adalah murni orientasi pada pengabdian untuk bangsa dan negara. “Tentunya jika tujuan politik saya adalah baik, saya yakin semua orang akan mendukung untuk mewujudkan cara berpolitik dan kepentingan politik yang arif dan bijaksana,” tuturnya

Ia menyebutkan, dalam bedah buku itu, ada tiga panelis yang mengulas buku biografinya yakni, Prof Dr Abdul Hamid K, M Pd, dari akademisi Unimed, kemudian Budayawan Prof Dr Usman Pely, M A dan Tokoh Masyarakat RE. Nainggolan

Ia berharap, dalam perspektif-perspektif lain, buku biografinya dibahas ketiga tokoh tersebut sesuai bidang keilmuannya masing-masing. “Sehingga nantinya, dari hasil diskusi yang dilkukan pada siang hari ini dapat menjadi bahan penyempurnaan buku biogarfi  ini pada edisi berikutnya,” harapnya. (Cra)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2