Waspada
Waspada » BPN Perlu Sosialisasi Sertifikat Tanah Elektronik
Medan

BPN Perlu Sosialisasi Sertifikat Tanah Elektronik

WAKIL Ketua Divisi Pertanahan dan Perundang-undangan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Ahsanul Fuad Saragih, S H, M.A. BPN perlu sosialisasi sertifikat tanah elektronik. Waspada/ist
WAKIL Ketua Divisi Pertanahan dan Perundang-undangan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Ahsanul Fuad Saragih, S H, M.A. BPN perlu sosialisasi sertifikat tanah elektronik. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Badan Pertanahan Nasional (BPN) perlu sosialisasi sertifikat tanah elektronik, agar tidak muncul kesalahpahaman apalagi kegaduhan. Demikian Wakil Ketua Divisi Pertanahan dan Perundang-undangan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Ahsanul Fuad Saragih (foto), Minggu 7/2).

Kata dia, penerapan sertifikat tanah elektronik atau sertifikat el. tahun ini akan diberlakukan berdasarkan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang sertifikat elektronik.

Pemberlakuan sistem pencatatan secara elektronik ini sebenarnya bukanlah sebuah hal yang baru. Di kalangan dunia perbankan atau pasar modal, pencatatan dengan sistem elektronik ini sudah lebih dahulu diterapkan.

“Kita sekarang sudah di zaman “paperless era” atau “era tanpa kertas”. Di zaman sekarang ini, orang tidak lagi butuh buku tabungan sebagai bukti simpanan uang mereka di bank. Begitu juga di bursa saham.

Kalau dulu bukti pemilikan saham mesti ditunjukkan dengan kertas saham,sekarang cukup dengan sistem digitalisasi. Bahkan untuk transaksi pertukaran barang dan jasapun, jenis uang kertas sudah pelan-pelan mulai tergantikan dengan transaksi uang elektronik. Coba lihat.

Mulai dari pembayaran gaji pegawai, berbelanja barang di mall, bahkan sampai bayar makan bakso dan biaya parkir -sudah tidak lagi menggunakan uang kertas tapi sudah bisa dengan menggunakan uang digital.

“Seperti halnya sistem pencatatan digital yang sudah dikenal terlebih dahulu di dunia keuangan, saya percaya pihak terkait dalam hal ini BPN akan membuat sistem keamanan yang sebanding dengan sistem digital yang pernah ada,” ujarnya.

Pemegang sertifikat elektronik ini nantinya tidak perlu lagi perlu merasa khawatir dari resiko kehilangan karena tercecer atau resiko musnah misalnya karena terbakar.

Ditambahkannya, elain itu sistem pencatatan secara elektronik ini dipandang dapat mendorong terciptanya efisiensi pendaftaran tanah, kepastian hukum dan perlindungan hukum.

Sistem ini juga dipercaya dapat mengurangi jumlah konflik dan perkara di pengadilan mengenai pertanahan.
Dan apalagi kalau pembicaraan ini kita kaitkan dengan era perdagangan bebas.

Di era perdagangan bebas, kita perlu menyediakan tatanan sistem birokrasi yang sederhana, efisien, dan handal sehingga para pelaku usaha tidak perlu mengeluarkan biaya dan energi yang sebenarnya tidak diperlukan”

Sosialisasi

Namun terkait dengan sertifikat elektronik ini, pihak BPN kiranya perlu melakukan sosialisasi terutama kepada kalangan masyarakat pedesaan.

Berbeda dengan masyarakat perkotaan atau kalangan menengah ke atas, mereka pada umumnya belum terbiasa dengan sistem pencatatan digital.

Bagi mereka, bukti kepemilikan itu -apalagi atas tanah-adalah apa yang secara nyata tercatat di atas kertas bukan bentuk yang selainnya. Ini soal mengubah dan menggeser paradigma dan kebiasaan.

“Hemat saya hal ini bisa terkait dengan “budaya hukum”. Budaya hukum itu menyangkut hubungan antara perilaku sosial di tengah masyarakat dalam kaitannya dengan hukum. Di dalamnya ada soal kepuasan batin atau bahkan soal prestise.

Orang biasanya batinnya selalu terpuaskan saat mereka bisa melihat harta-hartanya dari kertas-kertas sertifikat yang bisa dilihatnya di lemari-lemari penyimpanan milik mereka. Bahkan tidak jarang, ini bagian prestise yang bisa ditunjukkan bila diperlukan,”ujarnya.

Jadi intinya, sambung dia, langkah membuat sertifikat elektronik itu perlu kita dukung dan dengan melibatkan stakeholder seperti kalangan perguruan tinggi, elemen masyarakat seperti organisasi-organisasi kepemudaan hingga kelompok-kelompok informal yang ada di masyarakat.(m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2