BPEK Sumut Sukses Gelar Pameran Durian Unggul

BPEK Sumut Sukses Gelar Pameran Durian Unggul

  • Bagikan
Sugianto Makmur, Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan PDI Perjuangan Sumut, yang juga Anggota DPRD Sumut tampak memeriksa durian unggulan pada pameran durian unggulan di Binjai, 24 Juli 2021. Waspada/ist
Sugianto Makmur, Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan PDI Perjuangan Sumut, yang juga Anggota DPRD Sumut tampak memeriksa durian unggulan pada pameran durian unggulan di Binjai, 24 Juli 2021. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) PDIP Sumatera Utara (Sumut) sukses menggelar perlombaan durian unggul lokal.

Siaran pers yang diterima Waspada di Medan, Senin (26/7) menyebutkan, acara yang dilaksanakan di Binjai, Sabtu (24/7/2021) lalu itu, didukung penuh Kepala BPEK PDIP Sumut Sugianto Makmur, Sekretaris Indah Dameria Lumban Tobing dan pengurus lainnya, Juphiter Ginting Franche Sitanggang.

“Latar belakang acara ini adalah keprihatinan atas musnahnya plasma nutfah (DNA) durian unggul lokal. Masyarakat tidak menyadari durian memiliki nilai ekonomi yang jauh melampaui nilai kayu atau pun sekadar buahnya. Bila pohon-pohon ini diperbanyak, buahnya di-branding, bisa menjadi sumber ekonomi miliaran rupiah,” kata Sugianto, Senin (26/7/2021)

Dalam situasi pandemi, kata Sugianto, perlombaan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hal ini juga mempersulit datangnya durian-durian unggul ke lokasi lomba di Binjai.

Namun dengan pertimbangan musim durian di Bahorok yang akan lewat, maka acara tetap diadakan.

Tertarik Bertani

Sugianto berharap pengelolaan holtikultura di Indonesia khususnya di Sumut bisa dengan konsep yang sederhana dan lebih membumi, sehingga masyarakat tertarik bertani.

Salah satunya, sambung Sugianto, pemerintah provinsi Sumut harus bisa mewujudkan Kota Binjai sebagai kota penangkar tanaman buah.

Para penangkar dilatih dan diawasi agar bibit tanaman benar-benar berkualitas.

“Kita belum lagi masuk ke tanaman obat, bunga, sayur dan jamur-jamuran yang masing-masing masih penuh potensi untuk dikembangkan. Indonesia sungguh kaya dan kekayaan itu jangan kita biarkan musnah,” tegas Sugianto.

Dijelaskan anggota DPRD Sumut ini, pasar ekspor durian dunia sangat prospek.

Thailand mengekspor durian dan produk turunannya, senilai Rp 31 triliun di tahun 2020, padahal lahan tanam durian di Thailand hanya 160.000 ha.

Sedanglan ekspor durian Indonesia, kata Sugianto, sepertinya belum menembus Rp 10 miliar per tahun.

Hadir di acara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Binjai, Agustawan Karnajaya mewakili Walikota Binjai; Bendahara DPD PDIP Sumut Meriahta Sitepu mewakili Ketua DPD PDIP Sumut Djarot Saiful Hidayat.

Kasie Holtikultur Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Sumut, Lusiantini mewakili Plt Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Sumut. Adapun juri adalah Sunardi, seorang kolektor durian lokal dan juga pemilik Mulia Tani Farm.

Para pemenang lomba, yakni Suhendra dari Desa Bukit Sari, Padang Tualang yang meraih juara 1 dan 3. Suhendra menerima total hadiah Rp 7 juta. Juara 2 diraih Syahrial dari Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok. Syahrial menerima hadiah Rp 3 juta. Kemudian 4 juara harapan masing-masing menerima Rp 1 juta dan 4 juara hiburan masing-masing menerima Rp 500.000. Total varian durian yang mengikuti lomba sebanyak 30 jenis. (cpb)

  • Bagikan