Waspada
Waspada » Tak Mau Dihukum Mati
Medan

Tak Mau Dihukum Mati

BOI Haky (memakai tongkat) kurir sabu seberat 170 Kg usai menjalani sidang di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan
BOI Haky (memakai tongkat) tak mau dihukum mati. Waspada/Rama Andriawan

Medan (Waspada): Boi Haky, warga Dusun Tengah Desa Blang Pulo Kec. Muara Satu, Aceh, tak mau dihukum mati. Dia memohon majelis hakim agar diberikan keringanan hukuman.

Boi begitu cemas, selama mendengarkan nota pembelaan yag dibacakan kuasa hukumnya. Lewat kuasa hukumnya, Sari Okta Sembiring, kliennya Boi, tidak sependapat dengan tuntutan jaksa yang dianggap begitu tinggi. Boi tak seharusnya dihukum mati, meskipun barang bukti ganja yang dimiliki Boi beratnya mencapai 170kg.

“Kami tidak sependapat dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Di mana unsurnya tidak terpenuhi. Kami mohon putusan seringan-ringannya majelis,” kata Sari Okta Sembiring,  di hadapan hakim ketua Irwan Effendi di Ruang Cakra VI, Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Namun,  jaksa penuntut umum tidak sependapat dengan kuasa hukum Boi.”Tetap pada tuntutan pak hakim,”ujar jaksa.

Sementara Boi, yang hadir dengan menggunakan dua tongkat, tampak menahan sakit, akibat bekas tembakan peluru di kaki kanannya. Ia begitu kesusahan menggerakkan kakinya ke tempat duduk.

Kedua orangtua Boi, yang hadir menyaksikan persidangannya, tampak terharu dengan mata berkaca-kaca tak kuasa menahan air mata saat melihat anaknya disidangkan.

“Saya mengaku bersalah, saya tidak akan mengulangi lagi. Saya tak ngerti sebenarnya pak, saya tak ngerti begini, anak saya masih kecil pak,” ucap Boi dengan tangis memohon keringanan hukuman dari hakim.

Keberatan

Di luar sidang, kuasa hukum Boi, kembali menyampaikan keberatannya kepada awak media. Menurutnya, kliennya Boi, hanya berperan sebagai pengantar barang haram itu. Tak seharusnya jaksa menuntut mati Boi.

“Dia hanya mengantar. Karena dalam kasus ini siapa pembeli dan penjual kita  tidak tahu. Harapan kami satu sisi dia belum pernah dihukum seharusnya jadi pertimbangan yang besar, seharusnya pidana mati diberikan kepada pelaku yang berulang melakukan,” kata Sri .

Pada persidangan sebelumnya,  JPU Sri menuntut terdakwa Boi, kurir ganja seberat 170kg dengan pidana mati. JPU menilai perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI N.35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

Boi melakukan itu, bersama-sama dengan Darman Bustaman  dan Muklis (keduanya dilakukan penuntutan secara terpisah) serta Hendrik dan Jumadi (DPO) pada Mei 2019.

Terdakwa Boi dijanjikan akan diberikan uang sebesar Rp2.000.000 apabila berhasil mengantarkan ganja tersebut, nantinya  akan diserahkan oleh Darman Bustamam kepadanya. Namun, belum sempat mengantarkan barang haram tersebut Boi ditangkap oleh petugas Polda Sumut namun dia tak mau dihukum mati. (Rama Andriawan/F)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2