Waspada
Waspada » Bobby Nasution Jadi Narasumber Di IPDN
Medan

Bobby Nasution Jadi Narasumber Di IPDN

WALI Kota Medan Bobby Nasution menerima piagam dari Rektor IPDN Hadi Prabowo. Bobby Nasution diberi kepercayaan jadi narasumber di IPDN Kampus Jatinangor, Senin (19/4). Waspada/ME Ginting
WALI Kota Medan Bobby Nasution menerima piagam dari Rektor IPDN Hadi Prabowo. Bobby Nasution diberi kepercayaan jadi narasumber di IPDN Kampus Jatinangor, Senin (19/4). Waspada/ME Ginting

MEDAN (Waspada): Belum genap dua bulan menjadi kepala daerah, Walikota Medan Bobby Afif Nasution telah diberi kepercayaan jadi narasumber pada  kuliah umum (stadium general) bagi praja IPDN di Gedung Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor, Senin (19/4).

Wali kota mengusung tema “Strategi Penyelenggaraan Pemerintah dan Pembangunan Daerah Di Era Pandemi Covid-19”.

Selain praja, stadium general ini juga turut dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri RI Akmal Malik, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Kalimantan Utara Kaltara Zainal Arifin Paliwang, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Bupati Minahas Joune Ganda dan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Muryanto Amin.

Dalam pemaparannya, Bobby Nasution menceritakan pengalamannya menjalani masa dan tahapan Pilkada Kota Medan 2020 di tengah pandemi Covid-19 yang melanda, terutama saat masa kampanye.

Namun, kondisi tersebut, harus tetap disikapi dan dijalani dengan selalu mematuhi protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah.

Pembenahan Infrastruktur

Selanjutnya, Bobby mengungkapkan, dirinya akan mengelola APBD Kota Medan yang mencapai Rp6 triliunan pertahun untuk melakukan pembenahan infrastruktur.

Artinya, selama lima tahun masa kepemimpinan sebagai kepala daerah, ada Rp30 triliun APBD yang dapat dikelola untuk menangani berbagai permasalahan klasik Kota Medan. Khusus masalah infrastruktur, terutama jalan, Bobby menargetkan dalam waktu 2 tahun dapat dituntaskan.

“Kota Medan memiliki 2,5 juta penduduk dan terdiri dari 21 kecamatan, 151 kelurahan dan 2001 lingkungan. Maka, kita serap masukan dan aspirasi masyarakat untuk mengetahui apa yang mereka inginkan. Jadi, dengan jumlah APBD yang ada kita dapat melakukan realisasi kerja dan program sesuai yang diharapkan masyarakat,” ungkapnya.

Bobby menyampaikan, ada lima program unggulan yang menjadi target untuk dilaksanakan. Di bidang kesehatan, jelasnya, concern penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, pembentukan aplikasi data Covid-19 hingga tingkat lingkungan guna mengetahui berapa jumlah warga yang terpapar Covid-19 sehingga bisa dibentuk lockdown lingkungan.

Di bidang infrastruktur, kata Bobby, Pemko Medan akan meningkatkan kualitas infrastruktur. Dikatakannya, Kota Medan memiliki 3.279,5 km jalan dan harus bisa ditingkatkan kualitasnya selama dua tahun.

“Kita belum memulainya, sebab Medan saat ini memasuki musim penghujan. Jadi, kita takut memulainya karena fokus pengerjaan yang kita lakukan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas jalan,” jelasnya.

Open Dumping

Lalu di bidang kebersihan, Bobby mengatakan, TPA di Kota Medan masih menggunakan sistem open dumping. sehingga hal ini yang menjadi salah satu faktor penilai terbesar yang menyebabkan Medan menjadi kota terjorok tahun 2019.

Karenanya, diupayakan mengubahnya menjadi sanitary landfill.

Di samping itu, tambahnya, mengupayakan ada TPA regional dan telah berkolaborasi langsung dengan Bupati Deli Serdang sehingga saat ini ada lahan seluas 16,3 hektar di  Desa Sumbul Sinembah Tanjung Mulia Hilir Deli Serdang untuk dijadikan TPA regional.

Di kesempatan itu, Bobby juga menyampaikan idenya untuk mempersatukan seluruh etnis yang ada di Kota Medan melalui kulinernya dengan mengusung The Kitchen of Asia, masing-masing etnis akan menonjolkan ciri khas makanan daerahnya masing-masing.

“Kita percaya setiap etnis bisa menampilkan masakan yang luar biasa. Kemudian, proses memasaknya yang unik akan kita tampilkan menjadi sesuatu yang bernilai entertainment. Dengan entertaint ini, makanan yang seharusnya Rp5 ribu bisa kita jual sampai Rp10 ribu seperti di mall dan hotel,” jelasnya seraya

menambahkan akan menggabungkan kebudayaan masing-masing etnis (pakaian, senjata dan tarian) yang dipadukan keindahan bangunan kota yang ada di kota lama Kesawan.

Selain itu, papar Bobby, program mereka selanjutnya untuk menjadikan Medan bebas banjir.

Diungkapkannya, saat ini luas kawasan banjir ada sekitar 20,17 hektar. Untuk itu, drainase yang ada, harus dibersihkan sehingga air dapat mengalir dengan lancar. Saat ini, jelasnya, seluruh kelurahan bergerak untuk membersihkan drainase guna mendukung Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengatasi banjir tersebut.

Di samping itu, jelas Bobby, PAD Kota Medan yang saat ini masih 1 triliun bisa lebih ditingkatkan lagi. Salah satunya dengan menerapkan e-parking di kawasan Kesawan. Jika dulunya dalam satu minggu di satu ruas jalan pendapatan tidak sampai Rp15 juta, kini dalam seminggu retribusi parkir bisa mencapai Rp10 juta.

Oleh karenanya, untuk mewujudkan dan merealisasikan hal tersebut, Bobby  mengungkapkan dibutuhkan bantuan dan dukungan dari semua pihak, terutama seluruh pegawai di lingkungan Pemko Medan.

Terlebih, ada sebanyak 12.962 pegawai dan 272 orang di antaranya merupakan alumni IPDN.

“Saat pertama kali memimpin rapat, saya sampaikan kepada seluruh pimpinan OPD bahwa tidak ada lagi perbedaan pilihan dan pandangan, karena tujuan kita saat ini adalah sama yaitu mewujudkan Medan yang berkah, maju dan kondusif. Untuk itu, seluruh aparatur harus mampu dan dapat menyesuaikan diri mewujudkan apa yang telah dicita-citakan,” pungkasnya. (m26)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2