BMKG Catat 187 Gempa Samosir

BMKG Catat 187 Gempa Samosir

  • Bagikan
PETA GEMPA. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah 1 Medan mencatat 187 kejadian gempabumi di daerah Kabupaten Samosir, dari Januari -19 Mei 2021 pukul 19.00 WIB. Ilustrasi
PETA GEMPA. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah 1 Medan mencatat 187 kejadian gempabumi di daerah Kabupaten Samosir, dari Januari -19 Mei 2021 pukul 19.00 WIB. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah 1 Medan mencatat 187 kejadian gempabumi di daerah Kabupaten Samosir, dari Januari -19 Mei 2021 pukul 19.00 WIB.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan, Hartanto menjelaskan dari 187 kejadian gempa bumi Samosir pada 18 Mei 2021 pukul 19:14:59 dan 20:12:11 WIB, wilayah Samosir diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisa BMKG menujukkan bahwa gempabumi yang pertama ini berkekuatan M=3.5. Episenter terletak pada koordinat 2.62 LU dan 98.75 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 5 km Timur Samosir pada kedalaman 3 km.

Selanjutnya gempa yang kedua berkekuatan M=2.2, epicenter terletak pada koordinat 2.62 LU dan 98.72 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 2 km Timur Samosir pada kedalaman 1 km.

Sementara Kordinator Bidang Data dan Informasi Wilayah I, Eridawati menjelaskan adapun Jenis dan Mekanisme Gempabuminya dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter.

Gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang diduga akibat dari kombinasi sesar lokal dan swarm (aktivitas gempa dengan magnitudo relatif kecil dengan frekuensi kejadiannya sangat tinggi dan berlangsung dalam waktu yang relatif lama di wilayah sangat lokal) yang terjadi di Pulau Samosir.

“Dampak Gempabumi Samosir ini, guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di Samosir II MMI (getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut sebut Marzuki Sinambela, Peneliti PGR 1,” katanya pada Rabu (19/5).

Berulang-ulang

Dikatakan, berdasarkan hasil analisa dan monitoring gempabumi PGR 1,dikatakan cukup unik, dari histories kegempaannya terdapat 184 gempabumi yang dikategorikan swarm dengan frekuensi kegempaannya sering terjadi dan berulang-ulang dan bersifat sangat lokal dengan kekuatan gempa M <4 dan kedalam dibawah 20 Km.

Dan terdapat 3 kejadian gempabumi menengah kedalam di atas 60 km untuk sebaran episenternya terkonsentarasi di Kec. Palipi, Kec. Nainggolan dan Pangunguran.

Sumber kegempaannya diasumsikan bersifat dike swarm, yaitu mekanisme yang berpotensi pararel yang terbentuk sebagai respons terhadap medan tekanan regional atau radiasi dike swarm yang bersumber dari rekahan yang sudah ada sebelumnya dan bukan dari intrusi magma.

BBMKG Wilayah I menghimbau masyarakat tidak perlu panik yang berlebihan dengan adanya kejadian ini. (cbud)

  • Bagikan