BMBK Diminta Priotaskan Bangun Jalan Penghasil Devisa

BMBK Diminta Priotaskan Bangun Jalan Penghasil Devisa

  • Bagikan
Anggota DPRD Sumut Dedy Iskandar. Waspada/Partono Budy
Anggota DPRD Sumut Dedy Iskandar. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Dedy Iskandar (foto) meminta Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) untuk memprioritaskan anggaran Rp1 triliun bangun jalan-jalan dan sarana dan prasarana jalan yang wilayahnya masuk kategori penghasil pertanian, perkebunan yang menghasilkan devisa.

“Anggaran Rp 1 trilun di R-APBD 2022 kita harapkan dapat dialokasikan ke daerah-daerah yang masuk

penghasil pertanian, devisa yang menunjang pertumbuhan ekonomi,” kata Dedy kepada Waspada di Medan, Rabu (19/10).

Anggota dewan dari Fraksi PKS itu merespon peruntukan dan prioritas anggaran di R-APBD 2022 yang sedang kini memasuki tahap pembahasan dengan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), termasuk BMBK.

Dari dana yang digelontorkan sebesar Rp 1 triliun yang sudah dibahas dengan BMBK seyoganya dialokasikan membangun 3.000 km lebih jalan provinsi, namun tidak seluruhnya terakomodir. “Hanya berkisar 70 km yang diprioritaskan, kemudian jembatan dan sebagian struktur jalan yuang dinding penahannya ambruk karena longsor,” katanya.

Dengan kenaikan hampir Rp 400 miliar dari Rp 600 miliar, Dedy berharap penganggarannya lebih difokuskan di daerah yang masuk penghasil pertanian yang akan menunjang pertumbuhan ekonomi mereka. “Kita sudah komunikasi dengan Pak Bambang Pardede, dan saya kira beliau memahaminya,” sebut Dedy, yang juga anggota Banggar DPRD Sumut ini. Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk maintenanace bagi daerah-daerah yang membutuhkannya.

Untuk merealisasikan anggaran itu, Dedy meminta agar dibuatkan Peraturan Daerahnya agar ada income (pendapatan), dan tidak disewakan untuk orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Menyebut daerah prioritas, Dedy menyebutkan, salah satu sarana dan prasarana yang butuh infrastruktur, yakni Serdang Bedagai. “ Di sana banyak daerah pertanian, juga nelayan, Asahan cukup bagus, yang ekonominya tinggi dan Deli Serdang dan Nias, perlu kita geber. Jalan provinsi di sana perlu ditingkatkan,” katanya.

Terkait di Dapil Dedy, yakni Sumut VI, anggaran yang diplot di jalan Ajamu, Labuhan Batu hanya 1 km, sedangkan yang dibutuhkan  5 km. “Nah ini di mana yang mau diperbaiki 1 km itu, di tengah gak mungkin, di ujung gak mungkin. Minimal 3 km lah perbaikan jalannya,” katanya.

Dengan demikian, Dedy berharap ada peningkatan anggaran agar prasarana lebih baik. “Di Ajamu ada 4 kecamatan dilalui, bahkan jadi ibukota Kecamatan Bilah Hilir, harus ada penambahan anggaran, ini bukan untuk kepentingan pribadi tapi untuk masyarakat,” sebutnya. (cpb)

  • Bagikan