Waspada
Waspada » BKKBN Sumut Gelar Penguatan Program KBKR Wilayah Binjai
Medan

BKKBN Sumut Gelar Penguatan Program KBKR Wilayah Binjai

TIM PKK Sumut Ny Netty Amansyah, dr Rina Faryska Efendy dan rombongan didampingi Plt Ketua PKK Binjai, Ny Erni Mahfullah, Kadis PPKB Binjai, Lilik Rasdiniwati. Waspada/ist
TIM PKK Sumut Ny Netty Amansyah, dr Rina Faryska Efendy dan rombongan didampingi Plt Ketua PKK Binjai, Ny Erni Mahfullah, Kadis PPKB Binjai, Lilik Rasdiniwati. Waspada/ist

MEDAN (Waspada):  Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut gelar penguatan program Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi (KBKR) Wilayah Binjai, Senin (26/10).  Kegiatan penguatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat.

BKKBN Sumut gelar penguatan program KBKR Wilayah Binjai yang ditinjau pengurus PKK Sumut Ny Netty Amansyah, dr Rina Faryska Efendy dan rombongan didampingi Plt Ketua PKK Binjai, Ny Erni Mahfullah, Kadis PPKB Binjai, Lilik Rasdiniwati.

Dalam keterangannya, Lilik menjelaskan, pelaksanaan pelayanan serentak di Binjai dilaksanakan menggunakan 34 faskes termasuk praktek bidan mandiri dengan 37 kelurahan serta melibatkan kader PPKBD juga sub PPKBD.

Hasil pelayanan serentak sementara telah diperoleh 91 akseptor terdiri implan 55 orang, IUD 3 orang, suntik 16 orang, pil 15 orang dan kondom 2 orang. Ditargetkan 100 akseptor implan dab IUD 104 akseptor.

Sementara itu, Ny Erni Mahfullah mengatakan, dalam rangka kegiatan Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana Kesehatan di Binjai, juga telah dilakukan kegiatan membagikan masker dan pemberian sembako serta melakukan edukasi ke masyarakat.

Plt Ketua PKK Binjai, Ny Erni Mahfullah,menambahkan, PKK Binjai juga mengajak masyarkat untuk ber-KB dengan harapan agar masyarakat sejahtera, sehingga anak-anak nantinya akan dapat melanjutkan sekolah guna menciptakan SDM semakin berkualitas.

“Secara berkesinambungan, program KB akan menjadi kebutuhan masyarakat guna terciptanya SDM yang berkualitas,” ujarnya.

Capai 61,19 % Peserta

Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Temazaro Zega, menyebutkan dari Januari sampai September tahun ini, pencapaian peserta KB baru 61,19 persen. Targetnya 100 persen atau sebanyak 308.378 akseptor. Maka untuk mencapai sisanya sekitar 39 persen harus dicapai pada akhir Desember nanti.

Dijelaskannya, sebelumnya, Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut bekerja sama dengan TNI melalui bakti sosial TNI KB Kesehatan dan Bulan KB IBI Kesehatan.

Sekarang strateginya melalui kesatuan gerak PKK KB Kesehatan yang sudah dilaksanakan secara serentak semua kabupaten/kota untuk mencapai sisa yang 39 persen tersebut.

“Indikator-indikator program kita seperti modem kontrasepsi prevalensi rate (MCPR) sudah 70,59 persen. Walaupun pandemi Covid-19 tapi angka drop out atau ketidakberlangsungan penggunaan alat kontrasepsi di Sumut hingga September cukup rendah, yaitu 3,22 persen. Peserta KB Aktif MKJP sudah 94,18 persen sampai September. Kita harapkan ini bisa dicapai sampai Desember. Juga kita upayakan mencapai target-target lainnya,” terang Temazaro.

Dijelaskannya, dari sisa target yang 39 persen, lanjutnya, program KB yang prioritas adalah Implan, IUD, MOP dan MOW yang masih menunggu karena situasi pandemi Covid-19.

“Kita harapkan pelayanan KB disituasi Covid-19 ini, pada kabupaten/kota bisa menurunkan angka kelahiran, menunda kehamilan dan betul betul terencana. Juga mencegah stunting. Jadi, tidak hanya mewujudkan penduduk tumbuh seimbang namun juga mencegah stunting,” ujar Temazaro. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2