Waspada
Waspada » BKKBN Sumut Dan Dinas PPPAPPKB Dairi Ujicoba Pelayanan KB MKJP
Medan

BKKBN Sumut Dan Dinas PPPAPPKB Dairi Ujicoba Pelayanan KB MKJP

DEPUTI Lalitbang BKKBN RI Muhammad Rizal Martua Damanik, bersama dengan Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Sahidal Kastri berfoto bersama dengan Bupati Dairi dan Ketua TP-PKK Kabupaten Dairi, Rabu (17/2). BKKBN Sumut dan Dinas PPPAPPKB Dairi ujicoba Pelayanan KB MKJP. Waspada/ist
DEPUTI Lalitbang BKKBN RI Muhammad Rizal Martua Damanik, bersama dengan Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Sahidal Kastri berfoto bersama dengan Bupati Dairi dan Ketua TP-PKK Kabupaten Dairi, Rabu (17/2). BKKBN Sumut dan Dinas PPPAPPKB Dairi ujicoba Pelayanan KB MKJP. Waspada/ist

MEDAN(Waspada): Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengadilan Penduduk Dan Keluarga Berancana (PPPAPPKB) Kabupaten Dairi ujicoba Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Hal ini disampaikan Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Sahidal Kastri bersama Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN, Muhammad Rizal Martua Damanik,  ketika beraudiensi dengan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu di Rumah Dinas Bupati Dairi pada Rabu (17/2).,

Dalam kesempatan ini, Sahidal melaporkan beberapa hal terkait program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Kabupaten Dairi.

Pertama, BKKBN bekerjasama dan Dinas PPPAPPKB Kab. Dairi melakukan ujicoba Pelayanan KB – MKJP melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) di Puskesmas Bunturaja, Kec. Siempat Nempu.

Uji coba ini akan ditinjau pelaksanaannya setelah ini.

Kedua, bahwa Kabupaten Dairi merupakan salah satu dari 25 Kab/Kota yang menjadi daerah lokus stunting di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2021 ini.

“Kami harapkan perhatian Pak Bupati terhadap hal ini serta meminta dukungan dari Bupati Dairi terhadap pelaksanaan Pendataan Keluarga (PK) Tahun 2021, khususnya di wilayah Kabupaten Dairi,” katanya.

Terkait dengan Kabupaten Dairi yang juga menjadi salah satu daerah lokus stunting, Deputi Lalitbang BKKBN Muhammad Rizal Martua Damanik, sangat menyayangkan hal ini.

“Kabupaten Dairi ini dianugerahi sumber daya alam (SDA) yang melimpah, daerah ini merupakan daerah penghasil durian, kopi, beras, dan palawija. Sangat disayangkan daerah ini malah menjadi daerah lokus stunting,” katanya.

Seharusnya, sumber daya alam yang melimpah tadi dapat dimanfaatkan sebagai faktor pendukung terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas.

SDA yang melimpah, seharusnya membuat gizi ibu dan bayi terpenuhi, sehingga dapat mencegah terjadinya stunting.

Selain itu, dosen IPB ini juga mengungkapkan bahwa sebenarnya terdapat tradisi turun menurun orang Sumut yang harusnya dapat mencegah stunting.

“Konsumsi daun bangun- bangun atau torbangun oleh perempuan hamil di Sumut merupakan tradisi leluhur dari ratusan tahun yang lalu. Daun ini telah terbukti secara ilmiah berfungsi untuk meningkatkan kuantitas ASI,” katanya.

Sayangnya, masyarakat saat ini tidak lagi menerapkan tradisi yang baik ini.

“Harapan saya, Pak Bupati dapat mendorong agar tradisi ini kembali digalakkan, minta agar masyarakat menanam tanaman ini di depan rumah dan juga mewajibkan setiap ibu hamil untuk mengkonsumsi daun bangun-bangun ini, sebab jika kuantitas ASI cukup, gizi anak dapat terpenuhi dengan baik, sehingga stunting dapat dicegah,” tambahnya.

Kolaborasi

Sementara itu, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menyebutkan bahwa dibutuhkan kolaborasi antardinas dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Hal ini jugalah yang menjadi tantangan cukup besar bagi kami pemerintah daerah untuk menyatukan berbagai dinas untuk bekerjasama,” katanya.

Selain itu, dibutuhkan kualitas data yang baik sehingga kita dapat bekerja berdasarkan data yang ada,

Permasalahannya, kami juga meragukan jumlah balita stunting yang sebenarnya, apa memang benar sebanyak itu.

“Saya minta kepada Dinas Kesehatan untuk memverifikasi jumlah ini dan kepada Bappeda untuk mengukur target-target penurunan stunting ini. Kami sangat senang atas kunjungan Deputi dan Plt Kepala Perwakilan BKKBN ke Dairi ini,” ujarnya.

Pihaknya juga berterima kasih atas saran-sarannya, terutama tentang konsumsi daun bangun-bangun untuk pencegahan stunting. “Ke depannya kami akan menerapkan hal ini demi pencegahan dan penurunan angka stunting di Dairi,” tutupnya.(m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2