Waspada
Waspada » Bisnis Digital Meningkat Di Masa Pandemi Covid-19
Medan

Bisnis Digital Meningkat Di Masa Pandemi Covid-19

Digital. Di masa pandemi Covid-19 bisnis digital meningkat. Ilustrasi
Digital. Di masa pandemi Covid-19 bisnis digital meningkat. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Bisnis digital cenderung meningkat di masa Covid-19, sehingga  melejitkan akses layanan tersebut hingga 47%.

Bisnis digital meningkat di masa pandemi Covid-19 ini karena telah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat.

Sehingga kondisi tersebut banyak ditangkap pelaku usaha dengan memberikan inovasi atau solusi bagi pelanggan termasuk salah satunya PT Link Net.Tbk.

Victor Indajang selaku Deputy Chief Executive Officer dan Chief Operations Officer PT Link Net.Tbk dalam acara webinar First Media Virtual Media Update, Rabu (8/7).

Dalam pandanganya,masa pandemi Covid-19 berdampak pada kebijakan bisnis, perubahan menuju normal baru.

Kinerja perusahaan telekomunikasi di masa pandemi sebutnya mengalami pertumbuhan.

Sebab dengan pandemi Covid-19 masyarakat dianjurkan bekerja dari rumah (WFH), beribadah dari rumah, dan juga proses belajar dari rumah.

Kondisi ini membuat banyak perubahan dan mendongkrak penggunaan internet.

Bagi yang bekerja dari rumah, rapat melalui rapat virtual dengan vidio call.

Selain itu juga transaksi e-commerce juga melonjak di masa pandemi.

Kenaikan

Sementara Santiwati Basuki, Deputy Chief Marketing Officer PT Link Net Tbk, Santiwati Basuki dalam paparannya menyebutkan WFH membuat trafic pengguna internet mengalami kenaikan 47%.

Dengan peningkatan aplikasi yang diakses untuk netfix mencapai 140%.  Kemudian 33% (youtube) dan 33% (google).

Dengan perubahan menuju normal baru ini, pihaknya melihat peluang dengan terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan.

Serta menawarkan beragam produk salah satu, memperluas jangkauan internaet dari sudut ke sudut.

Agung Satya Wiguna, Enterprise Sales Director PT Link Net. Tbk mengamini masa pandemi ini memberikan imbas, terutama setelah berkurangnya aktivitas di perkantoran.

Seperti di Jakarta dari 5 jutaan pekerja  kantor, dengan WFH hanya 1 jutaan dari 3711 perusahaan yang masih bekerja di kantor.

Dengan 11 segmen industri seperti kesehatan, makanan dan minuman, komunikasi dan informasi, logistik, kebutuhan sehari-hari.

Hal lain disampaikan Agung akibat pandemi covid ini market perkantoran mengalami penurunan hingga 83%.

Selain itu, Covid-19 ini juga berimbas pada industri tourism.

Sebab, sepanjang Januari hingga Mei sebanyak 45 ribu wisatawan membatalkan kunjungannya ke Indonesia.

Kondisi ini menyebabkan potensi kehilangan pendapatan Rp 4 triliun. Sehingga hal tersebut berdampak pada okupansi hotel yang merosot hingga 80%.

Akibat pandemi ini sambungnya, target capaian pertumbuhan tahunan dengan besaran 30%-40%, juga dilakukan direvisi menjadi 15%.

Meski demikian, pihaknya masih tetap melihat adanya peluang, sehingga tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen.

Pembicara Santiwati Basuki juga menyebutkan pihaknya mendonasikan Rp10.000 dari setiap transaksi pelanggan baru di masa Mei-Juni.

Nilainya mencapai Rp500 juta, diperuntukkan untuk membantu rumah sakit yang membutuhkan proteksi alat kesehatan. Seperti multivitamin bagi tenaga medis, alat pelindung diri (APD). (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2