Waspada
Waspada » Billboard Resahkan Warga, Walikota Medan Jangan Tebang Pilih
Medan

Billboard Resahkan Warga, Walikota Medan Jangan Tebang Pilih

BILLBOARD ukuran 20-x20 meter yang berada di Jalan S Parman, Medan. Walikota Medan Bobby Afif Nasution diminta untuk tidak tebang pilih dalam menertibkan bangunan atau billboard tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Waspada/Ist
BILLBOARD ukuran 20-x20 meter yang berada di Jalan S Parman, Medan. Walikota Medan Bobby Afif Nasution diminta untuk tidak tebang pilih dalam menertibkan bangunan atau billboard tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Ketua Forum Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Hukum (Formasih) Kota Medan, Abdul Gafur Marbun SH meminta Walikota Medan Bobby Afif Nasution untuk tidak tebang pilih dalam menertibkan bangunan atau billboard tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Kita berharap Walikota Medan tidak ada tebang pilih dalam menegakkan aturan yang diduga menyalah,” kata Gafur, kepada Waspada di Medan, Jumat (1/4).

Gafur menegaskan hal itu merespon laporan warga Jl Letjen S Parman No 64 Kelurahan 64 lingkungan 8, Kelurahan Petisah Tengah, Medan Petisah, yang sudah dua kali disampaikan ke Pemko Medan.

Dibubuhi tandatangan Aw Wen Chen, bersama enam warga lainnya — David Chung, Hermanto, Tiu Sian Lin, Azward Lubis SH, Safira Makmur dan Dharma Chandra, mereka mengherankan lambannya Pemko menindak tiang reklame (billboard) ukuran 20-x20 meter yang berada di Jalan S Parman.

Selain lokasinya berada di rumah mereka, kehadiran tiang billboard itu juga menganggu kenyamanan bahkan mengancam keselamatan warga.

“Mereka sudah dua kali menyampaikan keberatan dan protes, yang pertama 1 Desember 2020 dan kedua 30 Maret 2021, yang tembusannya juga sudah disampaikan ke Fraksi PDI-P DPRD Sumut,” kata Marbun.

Sikapi Serius

Marbun berharap Walilkota Bobby Nasution yang belum sebulan dilantik hendaknya menyikapi serius masalah ini. “Hendaknya jangan ada tebang pilih menertibkan bangunan tanpa IMB,” katanya.

Kalau dibiarkan, lanjut Marbun, pihaknya khawatir muncul berbagai masalah. “Kita lihat, orang bisa memanjat dan masuk ke rumah yang letaknya dekat sekali dengan billboard tersebut,” sebutnya.
Kemudian, warga sekitar khawatir jika melintas di kawasan tersebut, dengan alasan tumbang atau tertimpa.

Sesuai aturan, harusnya pemilik bilboard meminta izin dari warga sekitar sebelum mendirikan billboard. “Ini tidak ada minta izin, sehingga wajar kita protes dan minta Pemko melalui dinas terkait untuk memberikan tindakan tegas,” sebutnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Sumut Rudy Hermanto, yang sudah menerima tembusan surat warga Jl S Parman, berpendapat, faksinya menerima keberatan masyarakat dan mencari yang terbaik untuk semua.

Namun tetap mengingatkan peraturan yang dibuat untuk memasang tiang reklame hendaknya equal (adil) kepada semua pihak. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2