Waspada
Waspada » Berusaha Kabur, 7 Tahanan Aniaya Petugas Polsek Patumbak 
Medan

Berusaha Kabur, 7 Tahanan Aniaya Petugas Polsek Patumbak 

TUJUH tahanan pelaku pemukulan anggota Polsek Patumbak. Berusaha kabur, Tujuh 7 tahanan itu aniaya petugas yang sedang melakukan tugas jaga di ruang tahanan, Sabtu (25/7) malam.  Waspada/Ist
TUJUH tahanan pelaku pemukulan anggota Polsek Patumbak. Berusaha kabur, Tujuh 7 tahanan itu aniaya petugas yang sedang melakukan tugas jaga di ruang tahanan, Sabtu (25/7) malam.  Waspada/Ist

MEDAN  (Waspada): Berusaha kabur, 7 tahanan aniaya petugas Polsek Patumbak, yang sedang melakukan tugas jaga di polsek tersebut, Sabtu (25/7) malam.

Akibat kejadian ini, korban, Bripda BHS, 23, warga Perumahan Griya Anugerah, Medan Helvetia mengalami luka lebam di bibir bawah, luka robek di bibir bagian dalam dan baju dinas robek.

Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fachreza dikonfirmasi, Senin  (27/7) mengatakan, peristiwa berawal saat korban mengantar nasi untuk tahanan.

“Korban saat itu mengantar nasi ke dalam sel tahanan, namun ketika hendak menutup kembali pintu sel, tiba-tiba pintu ditarik para tahanan dari dalam,” katanya.

Kemudian, lanjut Kompol Arifin, para tahanan mendorong Bripda BHS dan memukuli korban menggunakan tangan.

Para tahanan kemudian berupaya melarikan diri. Tetapi petugas yang lain segera datang memberikan bantuan, sehingga para tahanan dapat diamankan kembali ke sel.

Dikatakannya, 7 tahanan yang aniaya petugas Polsek Patumbak tersebut masih jalani proses pemeriksaan.

Para pelaku, kata dia, dijerat dalam perkara penganiayaan terhadap anggota sesuai Pasal 214 KUHP.

Arfin menyebutkan, setelah peristiwa itu pihaknya melakukan razia di dalam sel. Dalam razia, menemukan senjata tajam yang dibuat salah satu dari tujuh tahanan yang melakukan pemukulan.

“Jadi selain diproses dalam perkara penganiayaan, kita juga proses terkait kepemilikan senjata tajam tanpa izin,” sebutnya.

Dikatakan juga, lima dari tujuh tahanan yang melakukan pemukulan merupakan tahanan titipan Polsek Medan Sunggal.

Mereka, Adi Syaputra alias Dedek kasus narkoba sebagai provokator dan M Syaputra kasus narkoba yang mendorong pintu.

Kemudian M Rizal, kasus narkoba, mendorong pintu dan memukul petugas. Lalu Raynanta Sembiring kasus penggelapan roda dua, ikut memukul petugas dan Andi Prasetio alias Carli kasus narkoba, ikut mendorong petugas.

“Sementara dua tahanan lainnya yang ikut melakukan pemukulan adalah Nasib Situmeang kasus 365, bertugas mendorong pintu dan Sandi kasus narkoba yang ikut memukul korban,” ujarnya. (m10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2