Waspada
Waspada » Bersyukur Profesi Penulis Diakui
Medan

Bersyukur Profesi Penulis Diakui

Penulis Sumatera Utara, Anita Kencana Wati dan Koko Hendri Lubis.
Penulis Sumatera Utara, Anita Kencana Wati dan Koko Hendri Lubis.

MEDAN (Waspada): Penulis di Sumatera Utara sangat bersyukur bahwa penulis diakui profesinya. Hal ini disampaikan Ketua Wanita Penulis Indonesia Sumatera Utara (WPI) Sumut Anita Kencana Wati, Minggu (21/2).

Kata dia, sudah diakuinya profesi penulis di Indonesia dan terdaftar pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLU), merupakan kabar gembira bagi para penulis, termasuk penulis di Sumut.

“Sebagai salah satu organisasi penulis, Wanita Penulis Indonesia (WPI) Sumut menyambut kabar gembira ini sebagai kado terindah bagi para penulis. Sebab, selama ini penulis belum dianggap sebagai profesi. Bahkan banyak orang beranggapan kalau penulis itu sama saja seperti pengangguran,”ungkapnya.

Menurutnya, bagi seorang penulis, menulis atau mengetik seharian di kamar bisa berarti bekerja. Namun, bagi orang lain kegiatan tersebut kerap kali dianggap bukan bekerja.

“Alhasil, tidak sedikit para penulis yang enggan menggeluti profesinya secara utuh. Penulis hanya dijadikan sebagai sebagai pekerjaan sampingan. Mereka pun mencari pekerjaan atau usaha lain sebagai pekerjaan utama,” sebutnya.

Ditambahkanya, kabar gembira ini membuat para penulis semakin terpacu meningkatkan mutu kepenulisannya.

Juga lebih produktif menghasilkan karya-karya tulisnya, baik berupa buku fiksi maupun non fiksi. Diharapkan juga, dengan sudah diakuinya penulis sebagai profesi di Indonesia, kehidupan ekonomi para penulis bisa menjadi lebih baik dari masa sebelum diakui. 

“Selain bekerja secara mandiri misalnya menjadi penulis buku (fiksi/non fiksi), penulis skenario, lapangan pekerjaan untuk para penulis pun akan semakin terbuka lebar. Contohnya, jika selama ini mereka yang berprofesi sebagai wartawan sudah sering direkrut untuk menjadi “humas” di perusahaan-perusahaan, peluang yang sama juga bukan mustahil bisa berlaku pada para penulis dengan kemampuan menulisnya.

Lebih kreatif

Hal senada disampaikan penulis,Koko Hendri Lubis. Kata dia pengakuan ini akan menjadikan penulis lebih kreatif.

“Bersyukur kalau penulis itu diakui sebagai profesi di Indonesia. Sebab, dunia tulis menulis ialah satu lahan yang penuh dengan ujian, kerja keras, kegigihan,kebahagiaan. Di samping kreativitas dan rasa idealisme. Menjadi penulis bukan hanya soal bakat, tetapi ada faktor penunjang lain yang harus dimiliki oleh seorang penulis. Misalnya, semangat, ilham dan kemauan,”ungkapnya.

Sebelumnya, berita dimuat SH.Net, Selama 75 tahun Kemerdekaan, para penulis Indonesia menerbitkan berbagai buku yang ikut mencerdaskan bangsa Indonesia.Padahal profesi penulis dianggap tidak ada karena tidak masuk dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLU) yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) RI.

Namun, berkat perjuangan tanpa lelah akhirnya sejak awal tahun ini masuk KBLU. Adapun nomor profesi penulis adalah 90024 “Sah sudah kehadiran penulis diakui pemerintah. Ini sebuah perjuangan berat di mana asosiasi Satupena hadir di garis depan.

Memprotes ketidakadilan ini namun selalu ikut rapat dengan berbagai kementerian & BPS. Tak pernah lelah memberi masukan tertulis,” ujar Ketua umum SATUPENA, Dr.Nasir Tamara.(m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2