Waspada
Waspada » Berkas Penembakan Anggota Polisi Dikirim Ke Jaksa
Medan

Berkas Penembakan Anggota Polisi Dikirim Ke Jaksa

BERKAS PERKARA. Polrestabes Medan telah mengirinkan berkas berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka pecatan anggota Brimob dalan kasus penembakan terhadap anggota polisi di Doorsmer KD & RS di Jl. Gagak Hitam (Ringroad), Kec. Medan Sunggal.

MEDAN (Waspada): Polrestabes Medan telah mengirimkan berkas berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka pecatan anggota Brimob dalan kasus penembakan terhadap anggota polisi di Doorsmer KD & RS di Jl Gagak Hitam (Ringroad), Kec. Medan Sunggal.

“Berkasnya sudah kita kirim ke jaksa minggu kemarin,” kata Kasat Reskrim Kompol Martuasah Tobing melalui Kanit Pidum Iptu Yunnan, Senin (23/11).

Dijelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu waktu dari kejaksaan apakah berkas tersebut dinyatakan lengkap (P21) atau masih ada kekurangan.

“Kita berharap berkas dinyatakan P21. Tapi kalau masih ada kekurangan akan segera kita lengkapi apa kekurangannya,” jelas Iptu Yunnan.

Disinggung kondisi korban penembakan Aiptu Robinson Silaban yang sempat menjalani perawatan di RS Bhayangkara, Iptu Yunnan menjelaskan kalau kondisi korban sudah mulai membaik “Kondisi korban sudah mulai membaik,” katanya.

Seperti diberitakan, dalam kasus penembakan anggota polisi ini, Polrestabes Medan nenangkap dua orang yakni K, 45, mantan anggota Brimob yang sudah dioecat dan seorang wanita bernama M yang menyuruh melakukan penyerangan di doorsmer.

Tersangka K yang disebut-sebut pecatan Brimob ini pada tahun 1999 silam dan ditembak kedua kakinya

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menyampaikan penangkapan terhadap tersangka K bermula dari kasus penyerangan di Doorsmer KD & RS, Kamis (27/10).

“Saudara K bersama 5 orang lain yang sekarang masih DPO mendatangi bengkel saudara Kadeo, untuk membawanya,” jelasnya .

Pengrusakan

Riko mengatakan berdasarkan hasil rekonstruksi, begitu sesampainya di doorsmer tersebut, tersangka K langsung melakukan pengerusakan di dalam doorsmer dan bengkel mobil tersebut.

“Tersangka memecahkan kaca-kaca dan merusak peralatan yang berada di bengkel tersebut,” ungkapnya.

Saat bersamaan, korban Aiptu Robinson Silaban yang kebetulan berada di lokasi mengingatkan tersangka K agar tidak melakukan pengerusakan.

“Namun yang bersangkutan tetap melakukan aksinya merusak bengkel tersebut,” jelas Kapolrestabes.

Korban lalu memberikan tembakan peringatan dan mengenai kaki tersangka. Dalam kondisi terjepit, tersangka lalu berpura-pura mengajak berbicara korban secara baik-baik.

“Dan setelah dekat dia memukul anggota kita menggunakan double stick, senjata jatuh lalu direbut, dan menembak anggota kita mengenai rusuk kiri dan ke paru-paru, hingga kini anggota kita masih kritis,” imbuhnya.

“Sudah kondisi tertembak saudara K ini punya niat untuk menghabisi anggota kita, dengan menembak diarahkan ke kepala, namun faktanya peluru tidak meledak,” sambungnya.

Kapolrestabes Medan melanjutkan, saat melakukan pencarian terhadap tersangka lain, K melakukan perlawanan. Ia juga membantah tersangka menyerahkan diri.

“Faktanya tidak seperti itu, tersangka diamankan di pinggir jalan Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan,” katanya.

Riko mengatakan terhadap tersangka memang diberikan tindakan tegas terukur karena melawan dan mencoba merebut senjata api polisi saat dilakukan pengembangan untuk mencari tersangka lainnya.

“Kita tidak mau ambil resiko, karena yang bersangkutan ada niat menghabisi anggota Polri,” ujarnya.

Atas kasus ini, Polisi juga masih memburu 5 orang tersangka lainnya yakni Ameng, 45, Endang, 35, Hatta, 30, dan dua orang lagi belum teridentifikasi. (m25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2