Waspada
Waspada » Bendera Merah Putih Ramaikan Kota Medan Jelang 17 Agustus
Medan

Bendera Merah Putih Ramaikan Kota Medan Jelang 17 Agustus

BENDERA Merah Putih mulai dijual pedagang di Jl.SM Raja Medan bahkan meramaikan Kota Medan jelang Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 74. Penjual bendera merah putih ramaikan kota Medan jelang 17 Agustus. Waspada/Anum Saskia
BENDERA Merah Putih mulai dijual pedagang di Jl.SM Raja Medan bahkan meramaikan Kota Medan jelang Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 74. Penjual bendera merah putih ramaikan kota Medan jelang 17 Agustus. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada): Penjual bendera merah putih ramaikan berbagai kawasan di Kota Medan jelang perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 74, pada 17 Agustus mendatang,

Amatan Waspada, penjual bendera Merah Putih ramaikan Kota Medan jelang 17 Agustus  seperti terlihat di Jl Imam Bonjol Medan, Jl SM Raja Medan dan kawasan Jl Yos Sudarso Medan.

Bahkan ei jalan raya tengah kota seperti Jl Cirebon, Jl Guru Patimpus, para pedagang bendera ukuran kecil untuk dilekatkan pada kenderaan, terlihat antusias menjajakan dagangannya yang ditawarkan 5 sampai 20 ribu rupiah.

Sedangkan para pedagang yang menjajakan bendera Merah Putih di sepanjang Jl Sisinga Mangaraja Medan, mengaku optimis akan penjualan di masa Covid-19 ini.

Pengakuan Yadi, penjual bendera bahwa situasi Covid-19 juga berdampak pada penjualan bendera.

“Ya, tajun lalu pada awal bulan Agustus warga sudah antusias,” katanya, yang memprediksi penjualan bisa anjlok hingga 50 persen.

Hal yang sama disampaikan, Romi,pedagang bendara merah putih di Jl.SM Raja.

“Sangat sepi penjualan kak, biasanya hari gini sudah banyak yang beli. Dampak Covid-19, orang lewatpun jarang ada yang berhenti. Saya pikir penjualan bisa berkurang 50 persen dibanding tahun lalu,” katanya, Senin (3/8).

Dia mengaku mendatangkan bendera merah putih ini dari Bandung.

Untuk tahun ini, dia hanya menstok bendera sebanyak 500 helai dengan berbagai ukuran dan model, karena pangsa pasar penjualan bendera belum dipastikan laris.

“Order dari Bandunt,tahun ini, kita hanya siapkan 500 helai bendera,” sebutnya.

Meski sudah menekuni penjualan bendera selama 30 tahun, dengan penjualan yang tidak selalu menggembirakan, namun Romi berupaya mempertahankan usaha ini.

“Namanya usaha harus ditekuni dan yakin rezeki itu akan datang setiap saat kita berusaha,”paparnya.

Sedangkan harga yang ditawarkan untuk masing-masing bendera tergantung jenis kain dan ukuran. Umumnya harga 5.000 sampai 300 ribu rupiah.

Pedagang lainnya, Atik,bahkan mengaku sudah beberapa hari berdagang tapi belum ada penjualan.”Dampak Covid-19 jugalah ini,” katanya.

Dia juga menyediakan beragam atribut, seperti bendera, umbul-umbul dan tiang bendera. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2