Belum Semua Masyarakat Paham KTR

Belum Semua Masyarakat Paham KTR

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): North Sumatera Youth Tobeco Control Movemant (NSYTCM) membuat video tentang tanggapan masyarakat Kota Medan itu terlihat menggelitik, lucu dan disampaikan secara datar apa adanya.

Faktanya, memang banyak warga kota Medan yang tidak paham tentang peraturan kawasan yang melarang orang merokok di areal tersebut termasuk sanksi yang diberlakukan, padahal perda tersebut sudah berjalan 7 tahun.

Video tersebut sebagai pengantar Diskusi Publik bertema Mengawal Implementasi Perda KTR Kota Medan, yang diselenggarakan oleh NSYTCM bekerjasama Yayasan Pusaka Indonesia, Senin (22/3) di Swiss Bellin Medan.

Diskusi ini mengadirkan 3 Narasumber,Anggota DPRD Medan Komisi II, Afif Abdillah, SE. Kasie PTM Dinas Kesehatan Kota Medan dr Pocut Fatimah Fitri, MARS dan Direktur YPI Ok Syahputra Harianda, S. Kom., MKM.

Diskusi ini dilakukan dalam rangkaian peringatan hari Tubercolosis dan pengukuhan gerakan muda NSYTCM untuk mengawal penegakan perda KTR dan Tobeco Control.

Dalam diskusi tersebut, Kasie. PTM Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Poucut Fatimah mengatakan, penegakan Perda KTR merupakan perda yang terberat untuk dilaksanakan karena hal ini menyangkut prilaku masyarakat serta melawat zat adiktif yang terdapat dalam kandungan rokok.

“Perda ini membutuhkan banyak pihak untuk mendukung termasuk gerakan anak muda,” ujar dr Pocut.

Sementara Anggota Komisi 2 DPRD Medan Afif Abdilla SE menambahkan, penerapan perda KTR harusnya menjadi perhatian penting, sehingga sanksi administrasi memang harus diperkuat dengan nominal yang cukup besar.

“Dengan penerapan sanksi yang benar benar ditegakan, maka pengelola gedung akan ikut menjadi pengawas penerapan Perda KTR. Termasuk di gedung yang menjadi milik pemerintah,” katanya yang mendukung revisi perda KTR untuk memberikan sanksi yang lebih tegas lagi.

Aplikasi

Sementara itu, OK Syah Putra Harianda menambahkan, untuk mendukung pengawasan Perda KTR, pusaka telah menyiapkan aplikasi pantau KTR.

Aplikasi ini nantinya akan membantu bagi warga yang menemukan adanya pelanggaran terhadap penerapan perda.

“Pantau KTR ini bisa bersinerji dengan anak anak muda yang konsen melakukan penerapan perda melalui pelaporan tadi,” katanya.

Diskusi yang menghadirkan pemuda di Sumatera Utara ini juga dilakukan secara daring yang diikuti oleh puluhan pelajar dan Mahasiswa di Sumatera Utara.

Zulkadri Koordinator Simpul gerakan pemuda NSYTCM ini berikrar akan menghidupkan organisasi dan berkomitmen untuk menjadikan pemuda sehat dan Sumut yang hebat. (m22)

 

 

 

  • Bagikan