Waspada
Waspada » Belum Ada Pemimpin Amanah, Korupsi Tetap Berlangsung
Medan

Belum Ada Pemimpin Amanah, Korupsi Tetap Berlangsung

PAKAR Politik dan Sosial Dadang Darmawan Pasaribu. Adu program dari para kontestan calon kepala daerah (pilkada) itu lebih mendidik masyarakat. Waspada/Ist
PAKAR Politik dan Sosial Dadang Darmawan Pasaribu. Adu program dari para kontestan calon kepala daerah (pilkada) itu lebih mendidik masyarakat. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pakar Politik Sosial Dadang Dermawan Pasaribu (foto) berpendapat, tindak kejahatan korupsi tidak akan berhenti sampai ditemukannya pemimpin atau kepala daerah yang berniat untuk melakukan pencegahan serta amanah dalam kepemimpinannya.

 
Hal itu dikatakan Dadang Dermawan, kepada Waspada, Kamis, (4/2) sekaitan makin merajalelanya terjadinya korupsi di tanah air. 
 
“Harapan untuk menjadikan negeri ini bebas korupsi itu tidak terlaksana sepanjang pemimpin atau kepala daerah belum berniat baik melakukan pencegahan terhadap korupsi itu sendiri,” ucap Dadang.
 
Menurut Dadang persoalan mendasar agar tindak kejahatan uang rakyat ini tidak terjadi adalah pencegahan. Sepanjang pencegahan tidak berjalan secara ketat maka hal ini tidak akan berakhir.
 
Ada dua hal yang mendasar untuk menghentikan terjadinya korupsi di tanah air, yakni penindakan dan pencegahan. Bila selama ini penindakan lebih di fokuskan, tapi harapan kita pencegahanlah yang seharusnya diutamakan.
 
Jadi, harus di fokuskan dan diutamakan dahulu pencegahan oleh aparat penegak hukum, baik kepolisian, kejaksaan, dan instansi lainnya.
Meminimalisir terjadinya korupsi menurut Dadang terutama pendekatan  pencegahannya dengan menanamkan nilai-nilai kearifan, kejujuran, keadilan dan kesadaran kepada masyarakat agar tidak terjadi korupsi.
 
Karena selama ini pemberantasan korupsi lebih kepada penindakan. Jadi, bila selama ini banyaknya kasus korupsi  itu muncul karena penindakan tidak pencegahan.
 
Seperti yang terjadi di Sumatera Utara dan diutarakan Ketua KPK, Sumut adalah provinsi ketiga yang banyak melakukan korupsi. Ini artinya, para eksekutif dan legislatif tidak memiliki marwah untuk mengantisipasi korupsi tersebut.
“Padahal, semestinya merekalah sebagai tauladan asyarakatnya,” sebut Dadang.
 
Hampir di semua negara memiliki sistim dan cara untuk melakukan penindakan dan pencegahan korupsi.
Hanya saja di Indonesia selalunya dilakukan secara berjamaah. 
 

Lalai

Jadi, selama pencegahan belum diutamakan, hal ini tidak akan berhasil. Karena itu apa yang terjadi selama ini merupakan letupan bahwa kita lalai dalam melakukan pencegahan.
 
Namun yang juga menjadi pertanyaan, kenapa itu terjadi?, karena sejak dimulai pada Pemilukada untuk memilih pemimpin telah berawal dari money politik,papar Dadang.
 
Dalam kajian akedemisi lanjut Dadang, selama ini, pihaknya belum menemukan pemimpin yang berada di Sumatera Utara yang benar-benar mau melakukan pencegahan tindak kejahatan korupsi.
 
Sebenarnya yang paling krusial adalah adalah harus ada pemimpin yang memulai untuk  mau melakukan pencegahan korupsi, tapi kita belum menemukan pemimpin seperti ini.
 
Menurut Dadang ada tiga instuisi atau lembaga yang sangat berperan dalam melakukan tindakan pencegahan korupsi yaitu instuisi pendidikan, keagamaan dan dan keluarga.
 
Banyak hal yang menjurus korupsi dalam pemerintahan,  pengertian dalam arti luas yang mencakup apa saja termasuk korupsi. Termasuk penyalahgunaan wewenang seperti untuk meraih jabatan.
 
Menyahuti adanya isu yang terjadi di masyarakat masih adanya lobi-lobi dalam meredam kasus korupsi, kata Dadang, kita berharap terutama peran penegak hukum harus benar-benar menegakkan hukum tidak justru berkolaborasi.
 
“Jadi kesimpulannya, bila kita butuh pemimpin yang tidak dan mau melakukan pencegahan korupsi, maka pemimpin yang kita harapkan adalah yang mau secara jujur, idiologis, kekuatan lahir dan batinnya mau memberantas  korupsi. 
 
Namun, sepanjang kita belum menemukan pemimpin yang mau memberikan ketauladanan, mau menjadi patron dari masyarakat, dan mau melakukan pencegahan korupsi itu sendiri. (clin)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2