Waspada
Waspada » BBPLK Medan Laksanakan Pilot Project Blended Training
Medan

BBPLK Medan Laksanakan Pilot Project Blended Training

KEPALA BBPLK Medan Muhammad Ali saat menyampaikan penjelasannya secara virtual bahwa proses pelatihan online yang telah dilaksanakan selama kurang lebih satu minggu atau 40 jam pelatihan telah berjalan lancar serta telah terlaksana sesuai juknis. Waspada/Ist
KEPALA BBPLK Medan Muhammad Ali saat menyampaikan penjelasannya secara virtual bahwa proses pelatihan online yang telah dilaksanakan selama kurang lebih satu minggu atau 40 jam pelatihan telah berjalan lancar serta telah terlaksana sesuai juknis. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Plt Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Pelatihan Kerja (STANKOMLATKER), Muchtar Aziz, secara virtual membuka pelaksanaan tahapan pelatihan luring pada pilot project Blended Training yang dilaksanakan BBPLK Medan, Senin (12/4).

Blended Training merupakan salah satu inovasi yang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan dalam menyediakan alternatif pelatihan yang lebih efisien dengan memadukan antara pelatihan daring menggunakan Learning Management System (LMS) E-Training Kemnaker dengan pelatihan secara luring yang dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK).

BBPLK Medan sebagai salah satu Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja menjadi BLK Pemerintah pertama yang melaksanakan Pilot Project pelatihan metode blended pada tahun 2021 ini.

Selain Blended Training, BBPLK Medan juga menjadi pelopor dalam peatihan metode Hybrid.

Serupa dengan Blended Training, Hybrid Learning yang diprakarsai BBPLK Medan juga memadukan antara metode pelatihan online dengan pelatihan offline.

Namun, pelatihan offline yang dilaksanakan berlokasi di industri terkait, sesuai dengan program pelatihan, seperti hotel dan cafe untuk kejuruan pariwisata, dan bengkel untuk kejuruan otomotif.

Dalam kata sambutannya, sambutannya Plt Direktur Stankomlatker Muchtar Aziz menyebutkan bahwa pilot project blended training yang dilaksanakan di BBPLK Medan berperan penting dalam pengembangan sistem pelatihan online yang dibuat oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI.

“Kami berharap pilot project Blended Training yang dilaksanakan di BBPLK Medan tidak hanya menghasilkan pelatihan yang efisien, namun juga sebagai salah satu upaya pengembangan pelayanan pelatihan online yang sudah ada. Kami terbuka terhadap masukan dan saran, baik dari sisi konten pelatihan, learning management system, maupun kemampuan instruktur dalam memfasilitasi pelatihan secara online”, ujarnya.

Dalam pembukaan tahapan pelatihan luring tersebut, hadir pula Kepala BBPLK Medan, Muhammad Ali.

Pada kesempatan tersebut, Muhammad Ali menyampaikan bahwa proses pelatihan online yang telah dilaksanakan selama kurang lebih satu minggu atau 40 jam pelatihan telah berjalan lancar serta telah terlaksana sesuai juknis yang ada.

“Kami telah melaksanakan tahapan pelatihan secara online selama kurang lebih satu minggu dan berdasarkan laporan dari instruktur sebagai pengampu pelatihan, proses pelatihan secara online terlaksana secara lancar dan telah menggunakan platform e-training yang dikembangkan Direktorat Bina Stankomlatker”, ungkap Ali.

Ke depannya, tambah Ali, BBPLK Medan sebagai salah satu BLK dengan tingkat persentase pelaksanaan pelatihan terintegrasi teknologi informasi tertinggi di Kementerian Ketenagakerjaan, akan melaksanakan pilot project Blended Training untuk program pelatihan lainnya, diantaranya public area attendant, pastry, dan room attendant. (m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2