Waspada
Waspada » Baru Satu Tersangka Korupsi  UINSU Diperiksa Poldasu
Medan

Baru Satu Tersangka Korupsi  UINSU Diperiksa Poldasu

KORUPSI. Baru satu tersangka kasus korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu UINSU telah diperiksa penyidik Subdit III/Tipikor Dit Reskrimsus Poldasu, Selasa  (15/9) lalu. Ilustrasi
KORUPSI. Baru satu tersangka kasus korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu UINSU telah diperiksa penyidik Subdit III/Tipikor Dit Reskrimsus Poldasu, Selasa  (15/9) lalu. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Baru satu tersangka kasus korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu UINSU telah diperiksa penyidik Subdit III/Tipikor Dit Reskrimsus Poldasu, Selasa  (15/9) lalu. Adapun dua lainnya yang dijadwalkan diperiksa Rabu (16/9) tidak hadir.

“Baru satu tersangka korupsi UINSU hadir pada pemanggilan Selasa (15/9) dan telah diperiksa penyidik Poldasu,” kata Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan dikonfirmasi wartawan, Kamis (17/9).

Sedangkan dua tersangka yang dijadwalkan diperiksa Rabu (16/9), tidak hadir karena ada kesibukan.
Namun, Nainggolan tidak menjelaskan siapa tersangka yang sudah menjalani pemeriksaan itu.

“Saat ini penyidik sedang menjadwal ulang pemeriksaan dua tersangka yang belum hadir,” sebutnya lagi.
Ia juga menjelaskan belum ada penahanan terhadap tersangka karena dianggap kooperatif.

“Belum, belum dilakukan penahanan. Mereka (tersangka) masih dianggap kooperatif, dan itu (penahanan) merupakan kewenangan penyidik,” kata Nainggolan.

Dipanggil

Sebelumnya, penyidik Subdit III/Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumut telah menetapkan jadwal pemanggilan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu Universitas Islam Sumatera Utara (UINSU) tahun ajaran 2018 yang terletak di kampus II.

“Pekan depan ketiga tersangka dipanggil untuk proses pemeriksaan,” sebut Direktur Dit Reskrimsus Poldasu Kombes Pol Rony Samtana. Ketiga tersangka yaitu, SS pejabat pembuat komitmen (PPK) UINSU, JS direktur PT Multi Karya Bisnis Perkasa, dan S Rektor UINSU.

Penetapan tiga tersangka berdasarkan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara dilakukan BPKP Perwakilan Sumatera Utara No: R-64/PW02/5.1/2020, tanggal 14 Agustus 2020 sebesar Rp10.350.091.337. (m10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2