Bantu Oknum Polisi Bakar Mobil, Dedi Dihukum 6 Tahun Penjara

Bantu Oknum Polisi Bakar Mobil, Dedi Dihukum 6 Tahun Penjara

  • Bagikan
Persidangan terdakwa di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan. Waspada/Rama Andriawan.
Persidangan terdakwa di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan. Waspada/Rama Andriawan.

MEDAN (Waspada): Hakim Ketua Mery Dona menghukum terdakwa Dedi Setiawan alias Dedi dengan pidana 6 tahun penjara. Ia dinyatakan bersalah turut membantu oknum polisi Raja Hotma Ambarita membakar mobil orang dengan botol berisi bensin.

“Menjatuhkan pidana terdakwa Dedi Setiawan alias Dedi dengan pidana penjara selama 6 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” ucap hakim dalam amar putusannya dalam sidang di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (4/5).

Hakim menilai terdakwa terbukti bersalah melakukan pembakaran terhadap barang melanggar pasal 187 ke-1 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Hakim menuturkan adapun hal yang memberatkan karena terdakwa tidak mengakui perbuatannya, dan mencabut pernyataannya dalam Berita Acara Penyidikan (BAP).

“Perbuatan terdakwa dianggap sangat meresahkan masyarakat khususnya keluarga saksi korban, dan terdakwa berbelit dalam persidangan,” ujar hakim. Namun pertimbangan lain, tidak ada yang meringankan dari terdakwa.

Vonis itu, lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novrika yang meminta supaya terdakwa dihukum dengan pidana penjara selama 4 tahun. Usai mendengarkan vonis, terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya, jaksa menuturkan perkara yang melibatkan Kompol Raja Hotma Ambarita ini, bermula pada Januari 2020 lalu sekira pukul 03.00, saat terdakwa Dedi Setiawan bersama Kompol Raja Hotma pulang dari hotel Amaliun.

Di pertengahan jalan tepatnya, di Jl. Bunga Raya, Kel. Asam Kumbang, Kec. Medan Selayang, Raja Hotma dan Dedi berhenti, lalu Raja Hotma memberikan dua buah botol yang berisi minyak pertalite dan dua potong kain yang telah terlilit pada masing masing botol. Ia kemudian menyuruh Dedi untuk membakar ban mobil yang terparkir itu.

Bakar Potongan Kain

Atas suruhan Raja Hotma aja tersebut, Dedi pun ke luar dari mobil dengan membawa dua botol berisi minyak pertalite yang telah terlilit kain pada masing-masing botol.

Kemudian, Dedi menghidupkan korek api gas dan membakar potongan kain yang terlilit pada kedua botol yang berisi minyak pertalite tersebut, lalu terdakwa melemparkannya ke arah ban belakang mobil.

Akibatnya, bagian depan mobil terbakar, lalu terdakwa kembali menuju mobil warna silver yang dikemudikan Raja Hotma kemudian keduanya melarikan diri menuju Pinang Baris.

Sesampainya, di gerbang tol Helvetia, Dedi disuruh turun oleh Raja Hotma dan langsung pergi meninggalkan Dedi.

Di akhir bulan Februari 2020 sekira pukul 21.00, Dedi melihat berita dari sosial media bahwa Kompol Ambarita, telah ditangkap oleh pihak kepolisian Polda Sumut dikarenakan melakukan pembakaran terhadap salah satu Hotel yang berada di Samosir.

Mengetahui hal tersebut, Dedi pun berniat untuk mencari kerja di Dumai, setelah 5 bulan kemudian, pada Juli 2020 sekira pukul 14.00 terdakwa berangkat menuju Simalungun menjumpai istrinya.

Setelah itu, pihak petugas mengetahui keberadaan Dedi. Dan pada 31 Juli 2020 sekira pukul 05.00, petugas polisi pun menangkap dan membawa Dedi ke Kantor Ditreskrimum Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Akibat perbuatan Dedi dan Raja Hotma tersebut, beberapa bagian badan mobil dan ban mobil bagian depan dan belakang sebelah kiri milik saksi korban Irfan Edward tidak dapat dipergunakan lagi dan mengalami kerugian sebesar Rp30 Juta. (m32).

 

  • Bagikan