Banjir Di Medan Warisan Masa Lalu

Banjir Di Medan Warisan Masa Lalu

  • Bagikan
ANGGOTA DPRD Sumut Rudi Hermanto. Banjir yang terjadi akhir-akhir ini di sejumlah kecamatan di Medan terjadi karena warisan berupa pekerjaan yang terbengkalai di masa laluWaspada/Partono Budy
ANGGOTA DPRD Sumut Rudi Hermanto. Banjir yang terjadi akhir-akhir ini di sejumlah kecamatan di Medan terjadi karena warisan berupa pekerjaan yang terbengkalai di masa laluWaspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Rudi Hermanto (foto) berpendapat, banjir yang terjadi akhir-akhir ini di sejumlah kecamatan di Medan terjadi karena warisan berupa pekerjaan yang terbengkalai di masa lalu. Namun dewan optimis, di bawah Walikota Bobby Nasution masalah banjir dapat teratasi dengan baik.

“Ini saya kira ada pekerjaan termasuk saluran drainase yang dibiarkan begitu saja, sehingga banjir terus berlangsung,” kata Rudi kepada Waspada di Medan, Kamis (25/11).

Anggota dewan dari Fraksi PDI-Perjuangan ini merespon musibah banjir yang menggenangi beberapa kecamatan di Medan, akibat hujan lebat yang berkepanjangan.

Menyikapi ini, Rudy menyebutkan, bukti bahwa ada sejumlah pekerjaan yang dibairkan begitu saja sebelum dipimpin Walikota Medan Bobby Nasution dan Wakl Aulia Rahman ditemukan dalam kegiatan resesnya beberapa waktu lalu di Medan.

“Tanpa bermaksud mendegradasi pejabat masa lalu, saya kira pekerjaan mereka yang tertinggal diduga menjadi penyebab banjir,” sebut Rudy.

Dia menyebutkan dalam kunjungannya ke Jalan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan, pihaknya menemukan ada saluran drainase yang tumpat yang menyumbat gencangan air warga.

“Ada seorang ibu di sana yang mengaku mengorek lumpur itu sendiri karena selama 24 tahun tak pernah dinormalisasi,” lanjut Rudy.

Semua aktifitas temuan drainase tumpat didokumentasikan Rudy dalam bentuk foto, dan video. “Ada semua di itu, termasuk lokasi, keterangan ibu yang mengorek lumpur yang sedimennya sampai sebahu dan warga setempat,” katanya.

Selang sehari setelah diberitahu, tim dari Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) Dinas Pekerjaan Umum Medan mulai memperbaiki drainase yang tumpat itu, sehingga air lancar kembali.

“Saya yakin bukan hanya di Sei Kera aja ada drainase atau infrastruktur yang berpotensi menyebabkan banjir, tetapi juga di daerah lain,” ujarnya.

Karenanya, Rudy berharap kepada Walikota Bobby Nasution, Wakil Aulia Rahman beserta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terus memaksimalkan kordinasi dan sinergitas agar masalah banjir dapat teratasi.

“Saya yakin di bawah Bobby, penanggulangan banjir dapat diatasi, dan optimis percepatan normnalisasi drainse di 21 kecamatan dapat dilakukan,” katanya.

Optimisme itu terlihat karena pemerintahan Bobby punya akses yang mumpuni ke pusat, keseriusannya dan kegigihannya membangun Kota Medan bebas dari banjir. (cpb)

  • Bagikan