Waspada
Waspada » Bandar Sabu Ancam Bunuh Yatim Piatu Ditangkap
Medan

Bandar Sabu Ancam Bunuh Yatim Piatu Ditangkap

TERSANGKA bandar sabu pelaku yang anam yatim piatu diamankan Polsek Percut. Waspada/Ist
TERSANGKA bandar sabu pelaku yang anam yatim piatu diamankan Polsek Percut. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Bandar sabu yang ancam bunuh anak yatim piatu dan mengobrak-abrik rumahnya dalam penyergapan di kawasan Tembung ditangkap Polsek Percut.

Bandar sabu yang ancam bunuh yatim piatu ditangkap diketahui berinsial WH, 25.

Tersangka, yang dikabarkan masih tetangga korban, selanjutnya kemudian diboyong ke Polsek Percut dan dijebloskan ke dalam sel.

Informasi diperoleh, Kamis (18/6), penangkapan terhadap bandar sabu ini berawal dari curhatan anak yatim piatu di media sosial (medsos).

Anak yayim yang diancam akan dibunuh itu diketahui bernama  Ari Hasibuan, 25, warga Pasar 7 Tembung Gang Kuini, Kec. Percut Sei Tuan, Deliserdang

Selain diancam bunuh, rumah  korban juga  bakal diobrak-abrik serta seluruh perabotan dijarah para bandar narkoba.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Otniel Siahaan yang dikonfirmasi, membenarkan jika pihaknya ada membekuk pelaku pengrusakan disertai pengancaman.

“Pelaku WH sudah kita tahan. Sebelum pelaku ditangkap, korban sudah membuat laporan. Berdasarkan dari keterangan korban dan saksi-saksi serta cek TKP, akhirnya pelaku dibekuk anggota kita,” katanya.

Diancam

Sementara itu seperti yang dikutip dari video berdurasi 9 menit 14 detik yang viral di sejumlah medsos, korban bernama Ari mengaku diancam WH.

Itu akan dilakukan kalau korban pulang ke rumahnya akan dibunuh.

Diungkapkan Ari hal itu berawal ketika WH, awal Mei 2020 lalu mendatanginya agar warung korban bisa dimasukkan mesin judi jackpot milik pelaku.

Namun korban menolaknya lantaran nantinya warung korban selain tempat perjudian, juga dijadikan tempat pelaku mengedarkan sabu.

Esoknya, pelaku kembali mendatangi korban untuk meminta hal yang serupa, tetapi korban kembali menolaknya.

WH kesal dan mengancam akan membuat resah korban gara-gara tak mengikuti kata-kata WH.

Setiap malam sekring listrik rumah korban dimatikan orang suruhan pelaku.

Beberapa hari kemudian pelaku kembali mendatangi korban untuk menawarkan agar mesin jackpot bisa dimasukkan ke warung.

Dengan terpaksa dan ketakutan, korban akhirnya mengizinkan pelaku memasukkan mesin jackpot.

WH juga memberikan uang Rp150 ribu kepada Ari.

Tidak Diindahkan

Lima hari kemudian Ari mengadu kepada keluarganya seorang anggota polisi yang bertugas di Polresta Delisersang agar mengeluarkan jackpot dari warungnya.

Polisi tersebut menghubungi WH agar menarik kembali jackpotnya.

Namun permintaan itu tidak diindahkan pelaku. WH justru kembali mengancam akan membuat resah korban.

Karena tidak ada titik terang, korban memberanikan diri menemui pelaku untuk mengembalikan uang Rp150 ribu itu.

Keesokan harinya anggota polisi tersebut bersama Babinsa Desa Tembung dan kepling setempat mengamankan sejumlah mesin jackpot dari warung korban.

Ketika jackpot hendak dibawa ke Polsek Percut, anggota polisi, Babinsa dan kepling dilempari WH dan anggotanya.

Karena mendapat serangan akhirnya mereka mundur. Akhirnya Ari bersembunyi ke rumah kerabatnya karena situasi masih panas.

Enam hari kemudian korban mendapat kabar dari tetangganya bahwa rumahnya dibongkar oleh bandar sabu.

Korban yang mendapat laporan itu langsung mengecek ke rumahnya bersama kepling.

Korban sontak terkejut lantaran rumahnya dalam keadaan berantakan, serta seluruh perabot peninggalan kedua almarhum orangtuanya dijarah para pelaku.

WH dan anggotanya yang mengetahui korban pulang langsung melempari rumahnya.

Tak ingin terjadi hal-hal yang tak diinginkan, korban akhirnya meninggalkan rumah.

Dalam video tersebut, korban meminta perlindungan hukum kepada Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan.

Wakapoldasu Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto yang mengetahui adanya curhatan anak yatim piatu di medsos, langsung memerintahkan Polsek Percut Sei Tuan untuk mengatensi kasus yang menimpa korban. (m25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2