Waspada
Waspada » Atasi Banjir Medan Butuh Anggaran Rp 300 Miliar
Medan

Atasi Banjir Medan Butuh Anggaran Rp 300 Miliar

PAKAR Lingkungan Jaya Arjuna. Untuk atasi banjir di Medan dan sekitarnya yang kerap terjadi dan menjadi permasalahan dari tahun ke tahun hanya butuh anggaran Rp 300 miliar. Waspada/Ist
PAKAR Lingkungan Jaya Arjuna. Untuk atasi banjir di Medan dan sekitarnya yang kerap terjadi dan menjadi permasalahan dari tahun ke tahun hanya butuh anggaran Rp 300 miliar. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Untuk atasi banjir di Medan dan sekitarnya yang kerap terjadi dan menjadi permasalahan dari tahun ke tahun hanya butuh anggaran Rp 300 miliar.

Atasi banjir di Medan cukup dilakukan pengorekan pada drainase atau saluran air lainnya sesuai hasil kajian dan kedalaman, yang diperhitungkan butuh anggaran Rp 300 miliar.

Demikian Pakar Lingkungan Jaya Arjuna (foto) kepada Waspada, kemarin.

Untuk pengerjaan pengerukan ini tidak perlu harus membuat pelebaran dengan anggaran triliunan dan akhirnya dijadikan proyek seperti membangun waduk atau melebarkan

“Kita sudah melakukan kajian ini dan sudah berulangkali diusulkan. Tapi mereka tidak mau mengerjakan sesuai dengan kajian,” ujarnya,

Namun, lanjut Arjuna, mereka hanya memikirkan bagaimana ini bisa dijadikan proyek besar. “Bukan bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat agar tidak banjir dan menyusahkan rakyat,” katanya.

Padahal, lanjut Arjuna, untuk melakukan pengorekan drainase dan saluran lainnya seperti Sei Bendera, dengan kedalaman yang diperhitungkan yaknu sekira sepuluh meter, telah mampu mengatasi banjir dengan anggaran hanya 300 miliar.

Drainase dan saluran lainnya seperti Sei Bendera,Sei Sikambing,Sei Putih,Sei Babura dan Sei Sulang Saling yang ini pun tidak dimanfaatkan dengan baik.

Sementara Sungai Deli dan Sei Kera atau parit busuk sudah mengalami pendangkalan parah hingga ke muara.

Dipaparkan Arjuna, lebih tiga perempat areal Kuala Deli sebagai muara Sei Deli dan parit busuk sudah dipenuhi sedimen.

Gulma

Begitupun dengan drainase di seluruh areal kota Medan dipenuhi sedimen dan gulma. Ini akibat tidak adanya pemeliharaan dari drainase dan saluran serta parit busuk itu sudah terjadi pendangkalan.

“Sekarang kita mau memikirkan masyarakat atau menjadikan banjir ini sebagai proyek yang menguntungkan oknum atau pemangku kekuasaan, ” sebut Arjuna

Menurut Arjuna, tidak perlu diperlebar atau membangun waduk seperti yang sudah pernah dilakukan.

Kalau diperlebar ini akan menghabiskan dana triliunan. Kenapa, tentu ini akan menghabiskan anggaran dengan berbagai keadaan.

Seperti memindahkan orang-orang, menambah jembatan, penyediaan alat-alat berat dan lainnya. “Ini kan proyek, jadinya,” ujarnya.

Tapi kembali yang disayangkan, para pemangku kekuasaan kita tidak memikirkan masyarakat tapi lebih memilih materinya “Masak kuping yang sakit, yang diobati kaki,”sesal Arjuna. (clin)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2