Waspada
Waspada » Asupan Gizi Dan Aktivitas Ibadah Lansia Harus Seimbang
Medan

Asupan Gizi Dan Aktivitas Ibadah Lansia Harus Seimbang

KETUA Lembaga Pemberdayaan Perempuan Lanjut Usia (LPPLU), Sumatera Utara Hj Halimah Hutagalung. Asupan gizi dan aktivitas ibadah lansia harus seimbang. Waspada/ist
KETUA Lembaga Pemberdayaan Perempuan Lanjut Usia (LPPLU), Sumatera Utara Hj Halimah Hutagalung. Asupan gizi dan aktivitas ibadah lansia harus seimbang. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Asupan gizi para Lanjut usia (Lansia) saat berpuasa sangat perlu, sehingga perlu mendapat perhatian dan aktivitas ibadah perlu diimbangi dengan istirahat yang cukup.

“Karena sudah lansia tentunya asupan gizi yang paling penting diperhatikan dan istirahat harus seimbang dengan aktifitasnya dalam menjalankan ibadah suci di Bulan Ramadhan,” kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Perempuan Lanjut Usia (LPPLU), Sumatera Utara Hj Halimah Hutagalung (foto), Selasa (13/4).

Dalam keterangannya, Halimah Hutagalung menyebutkan, seorang Lansia, dalam pengaturan pola makan saat menjalankan ibadah puasa (bagi yang mampu), makanan tidak perlu berat/banyak, tetapi lebih banyak serat dan memenuhi kalori yang dibutuhkan.

“Sebaiknya minum air yang hangat (juice buah/susu) dengan 2,4,2 yaitu 2 gelas berbuka,4 gelas sesudah makan,2 gelas waktu sahur untuk mencukupi kebutuhan air,” paparnya.

Disebutkannya, dari catatan yang dia baca bahwa Dr  dr  Siti Setiati, Sp PD, K-Ger, M.Epid dari Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangun Kusmo, menyampaikan bahw para Lansia yang berpuasa hendaklah mengkonsumsi cairan 30-50 cc/kg (8-10 gelas) untuk mencegah dehidrasi.

Yakni,- 2 gelas saat berbuka – 3-4 gelas saat setelah tarawih atau menjelang tidur – 1 gelas saat bangun tidur – 1-2 gelas saat sahur.
“Intinya memang harus bisa menyiasati apakah makanan yang dikonsumsi saat sahur maupun saat berbuka puasa, gizinya sudah memenuhi aspek bagi Lansia. Jadi, sangat perlu untuk istirahat juga yang cukup, tanpa mengabaikan beribadah,” sebutnya.

“Maka saya katakan tadi, dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan ini, para lansia harus seimbang ibadah dan istirahat, karena kondisi lansia sudah berbeda dari yang belum mengalaminya,” pungkasnya.(m22)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2