ASN Dan Honorer Diedukasi Cegah Penyakit Diabetes di Pandemi Covid-19

ASN Dan Honorer Diedukasi Cegah Penyakit Diabetes Di Pandemi Covid-19

  • Bagikan
Suasana workshop Terapeutik Diabetes di Dinas Kepemudaan, olahraga, kebudayaan dan pariwisata kabupaten Deliserdang. Waspada/ist
Suasana workshop Terapeutik Diabetes di Dinas Kepemudaan, olahraga, kebudayaan dan pariwisata kabupaten Deliserdang. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Siapa saja bisa mengalami penyakit Diabetes terutama bagi masyarakat yang tidak menjaga pola makan dan pola hidupnya. Namun, siapa saja juga bisa bertahan hidup normal meski sudah menderita penyakit metabolik ini.

Untuk itulah, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Pemkab Deli Serdang, Khairum Rizal mengucapkan apresiasinya kepada Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Medan karena katanya dimasa pandemi ini komorbit dari diabetes ini bisa membawa penyakit yang lebih parah lagi jika terkena Covid-19. Sehingga pihaknya berharap Persadia terus melakukan hal positif bagi kesehatan masyarakat.

“Kami berharap Persadia terus melakukan hal hal yang baik dan positif demi kesehatan masyarakat Deliserdang seperti visi-misi Bupati. Jika masyarakat terbebas dari penyakit khususnya Diabetes, maka masyarakat Deliserdang akan sejahtera,” katanya.

Dengan diadakan workshop ini merupakan kemajuan dari Persadia. “Dan kita harapkan aparatur sipil negara ( ASN ) dan honor di sini bisa mengetahui bagaimana cara menghadapi dan mengantisipasi Diabetes,” katanya pada Senin (28/6) di sela-sela Workshop Komunikasi Terapuetik Diabetes Melitus di Dinas Kepemudaan, Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Deliserdang.

Langkah Pencegahan

Pembicara Ketua Persadia Cabang Medan dan Dosen FISIP dan juga Dosen Pascasarjana Psikologi UMA, Dr H Syafruddin Ritonga, MAP dalam paparannya menyatakan bahwa ada beberapa langkah pencegahan bagi penyandang diabetes di masa pandemi Covid-19 ini.

Di antaranya, penyandang diabetes harus tetap menjaga kondisi tubuh dengan teratur minum obat, dan juga menjaga pola makan.

Begitu juga sebutnya, pentingnya sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik atau lebih. Jika tidak memungkinkan gunakan handsanitizer yang mengandung 60 persen alkohol.

“Hindari juga menyentuh permukaan yang sering disentuh ditempat umum seperti tombol lift, gagang pintu dan yang terpenting konsumsilah air putih bila tidak dibatasi dokter,” papar Syafruddin Ritonga dihadapan para ASN.

Dalam keterangannya juga ia mintakan agar semua ASN menjaga pola makan sebab ini salah satu faktor penting untuk mencegah bahkan pengobatan diabetes.

“Kita sering lupa menjaga pola makan ini, apalagi kalau nongkrong semua mau dimakan, udah makan burger, makan martabak lagi, setelah itu makan sate, inila nanti bisa berlebih kalorinya,”ungkapnya.

Lanjutnya yang saat itu didampingi oleh timnya Taufik Wal Hidayat dan Belta Simamora MSi para penyandang diabetes harus rutin melakukan pengecekan kadar gula.

Sementara itu, sebelum workshop para ASN mengikuti pengecekan kadar gula. Dan hasilnya sejumlah ASN ditemukan beberapa orang mengalami kadar gula tinggi. Dan ada juga kadar gulanya terlalu rendah. (cbud)

  • Bagikan