Apresiasi Penggerebakan Narkoba Di USU Mengalir

Apresiasi Penggerebakan Narkoba Di USU Mengalir

  • Bagikan

MEDAN(Waspada): Apresiasi terhadap penggerebekan narkoba di Kampus USU terus mengalir. Kamis (14/10) oleh Sekretaris Umum Ikatan Alumni Fakultas Hukum USU Periode 2011-2015, Ahsanul Fuad Saragih, M.A. (foto).

Kata dia, penggrebekan itu, merupakan langkah yang perlu diapresiasi. Menurut hemat saya, pihak rektorat telah melakukan tindakan yang benar dan terukur -betapapun- hal ini mungkin saja dapat memberikan stigma negatif kepada USU secara kelembagaan.

“Bagi saya (stigma negatif itu) bukanlah masalah pokok, mengingat peristiwa serupa bukan mustahil sebenarnya juga terjadi di kampus-kampus lain di seantero negeri ini — khususnya kampus-kampus yang ada di Sumatera Utara.


Hal lain, gebrakan pihak rektorat USU yang bekerja sama dengan BNNP untuk menangkap para pelaku, bisa menjadi early warning signal agar para rektorat di kampus lain  melakukan tindakan serupa. Jadi, dalam kesempatan ini, saya mendorong agar pihak BNNP melakukan investigasi di kampus-kampus yang lain,” ucapnya.

Kata dia, hal ini perlu perhatian serius kita bersama. Apalagi peredaran penyalahgunaan narkoba secara nyata tumbuh subur di kalangan anak muda. Para pemuda merupakan asset bangsa.

Merekalah yang nantinya akan menerima tongkat estafet generasi bangsa ini. Bisa kita bayangkan, bagaimana wajah suram dan nasib bangsa kita ke depan jika para pemudanya telah rusak akibat penyalahgunaan narkoba.

“Saya mau bilang di sini. Bukan tidak mungkin, penyeludupan narkoba dari luar negeri yang jumlahnya sampai berton-ton itu, didesign untuk melemahkan generasi bangsa kita. Kalau generasi bangsa ini lemah maka hal ini akan berpotensi mengancam ketahanan dan pertahanan bangsa kita. Ini bisa mungkin sebagai imperialisme gaya baru,” sebutnya.

Di sisi lain, sambung dia, jika di kalangan kampus saja -yang notabene merupakan tempat berkumpulnya para intelektual (di tempat seperti ini sajapun) terpapar penyalahgunaan narkoba, maka bisa kita bayangkan bagaimana di tempat lain.

Dijelaskanya, Gubernur Sumatera Utara sendiri sebenarnya telah mengeluarkan instruksi kepada pimpinan Perguruan Tinggi tentang Pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika.

Jadi pihak civitas akademika sedianya harus pro-aktif menyambut instruksi Gubernur ini.

Kata dia, patut diakui bahwa sebenarnya kampanye perlawanan terhadap penyalahgunaan narkoba sudah tak kalah semaraknya. Berbagai perangkat peraturan sudah dibuat. BNN sudah didirikan.

Triliunan rupiah sudah digelontorkan. Namun mengapa hasilnya belum signifikan ? Sejuta penjelasan bisa disuguhkan.

Tapi dari semua jawaban yang ada -selain yang sudah saya sebutkan tadi- penjelasannya kembali bermuara pada persoalan leadership.

“Di negeri besar ini, sesungguhnya memerlukan minimal dua hal: strong leadership dan keteladanan. Dua hal ini tampaknya yang sudah lama absen dan hilang di negeri ini. Dan senyatanya, persoalan narkoba dan masalah besar lainnya dari bangsa ini, tidak bisa diselesaikan dengan retorika dan pencitraan.(m22)

  • Bagikan