Aparat Tak Serius, Sulit Berantas Narkoba - Waspada

Aparat Tak Serius, Sulit Berantas Narkoba

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Zainuddin Purba(foto) berpendapat, upaya pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya (narkoba) sulit diwujudkan jika aparat penegak hukum tidak serius untuk ikut menanggulanginya.

“Kalau tidak serius, apalagi ikut bermain, sulit saya kira kita memberantas narkoba,” kata Zainuddin kepada wartawan di Medan, pekan lalu.

Anggota dewan dari Fraksi Golkar ini merespon upaya tidak menahan kepada korban terkait narkoba, melainkan ditempuh dengan cara rehabilitasi. Mereka direhabilitas di Lubuk Pakam, dan tempat lain.

“Masalahnya, yang direhab ini terlalu banyak mengingat Sumut sampai saat ini menduduki peringkat 1 peredaran dan pengguna narkoba,” ujarnya.

Begitu juga dengan anggaran yang disiapkan sudah besar dan gratis. “Tapi tempatnya sudah tidak terpenuhi lagi,” katanya.

Zainuddin menegaskan, sekalipun Pemprovsu terus mengucurkan anggaran untuk membina dan menangani para korban narkoba apabila aparat terkait tidak serius dalam memberantasnya.

“Mustahil peredaran narkoba bisa diatasi jika aparat hukum masih bermain. DIbersihin dulu ini,” katanya.

Kalau tidak, uang negara habis untuk merehab para korban narkoba yang ada di Sumut.

“Aparat hukum di Sumatera Utara inilah oknum yang paling memprihatinkan kinerjanya menurut saya,” ujarnya.

Karena sampai hari ini, transaksi narkoba jenis sabu-sabu, diskotik ilegal seperti cendawan di musim hujan tumbuhnya di depan mata kita semua. “Mustahil tidak diketahui oleh oknum-oknum pimpinan aparat hukum di level kabupaten/kota di Sumut,” tegasnya.

Dijelaskan, kalau dibangun 10 lagi panti rehabilitasi tidak akan cukup kalau terus dilakukan pembiaran. “Berarti ada yang salah dalam penanganannya,” sebutnya.

Menjawab wartawan jika ada sosok pemimpin yang tegas, Zainuddin mengatakan, jika dirinya diberi waktu setahun jadi pimpinan aparat hukum di Sumut, pasti ada perubahan.

“Pasti turun saya bikin, tidak lagi masuk di 10 atau 20 besar peredaran dan pengguna narkoba di Sumut. Pasti jadi nomor 30 -an dari 34 provinsi, karena saya tidak mau uang itu. Ini kan mau,” pungkasnya. (cpb)

  • Bagikan