Waspada
Waspada » Antisipasi Lonjakan Covid-19, Dokter Di Sumut Harus Siap Bantu Pemerintah
Medan

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Dokter Di Sumut Harus Siap Bantu Pemerintah

Dua ratus dokter, baik umum maupun spesialis mengikuti Pelatihan Dokter Brigade Siaga Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut secara virtual, Minggu (18/7).
Dua ratus dokter, baik umum maupun spesialis mengikuti Pelatihan Dokter Brigade Siaga Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut secara virtual, Minggu (18/7).

MEDAN (Waspada): Dua ratus dokter, baik umum maupun spesialis mengikuti Pelatihan Dokter Brigade Siaga Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut secara virtual, Minggu (18/7). Pelatihan ini untuk menyiapkan seluruh dokter yang ada di Sumatera Utara, agar berjaga-jaga atau siaga bila terjadi ledakan kasus Covid-19.

“Para dokter ini bagian dari sistem untuk mensupport pemerintah dalam tangani pandemi Covid-19. Kita yakin, dan berterima kasih kepada pemerintah, baik pusat maupun kab/kota, yang memiliki semangat luar biasa untuk bisa menang melawan Covid-19,” kata Ketua IDI Sumut dr. Ramlan Sitompul SpTHT-KL kepada wartawan usai menutup pelatihan tersebut.

Ditegaskannya, para dokter di Sumut harus bisa dan siap ‘turun gunung’ membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 ini.

“Karena itu kita menyiapkan seluruh dokter yang ada di seluruh Sumatera Utara, untuk berjaga-jaga, manatahu kita kebobolan dan terjadi ledakan kasus yang tak terkendali. Intinya, semua dokter harus bisa turun gunung bahu membahu memberikan pelayanan dan menjadi sahabat bagi masyarakat yang terpapar Covid-19,” tegasnya.

 

Kapasitas Mumpuni

Dijelaskannya, Pelatihan Dokter Brigade Siaga Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut ini dilakukan agar semua dokter mempunyai kapasitas yang mumpuni dalam melakukan pelayanan terhadap pasien Covid-19. Pelatihan ini rencananya digelar setiap Minggu, sampai seluruh dokter paham tentang teknik pengambilan swab, vaksinasi, merawat pasien, menjaga pintu masuk negara dan daerah serta lainnya.

“Kita ingin berbagi informasi agar seluruh dokter di Sumut ini baik umum maupun spesialis mampu memberikan pelayanan terhadap pasien Covid-19 bila terjadi lonjakan kasus,” ungkapnya.

Ramlan juga mengaku terharu melihat antusiasme para dokter mengikuti pelatihan yang digelar secara virtual tersebut. “Kita terharu melihat antusias teman-teman sejawat, banyak bertanya dan diskusi sehingga bisa memberikan pelayanan yang terbaik dan humanis, karena masyarakat itu sahabatnya dokter. Sampai hari ini tidak ada dokter yang menghindar memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terpapar Covid-19,” tuturnya.

Ketika ditanya sikap IDI tentang masih banyak masyarakat yang abaikan protokol kesehatan dan percaya hoaks soal Covid-19, Ramlan yang juga pernah menjabat Ketua IDI Medan ini, meminta masyarakat untuk menyerap informasi dari orang yang ekspert di bidangnya.

“Siapa yang ekspert? Dokter dan pemerintah. Jadi memang di era digitalisasi dan dunia maya ini semua orang bisa berkomentar, artinya semua orang bisa mengambil referensi dari mana-mana. Tapi harapan kita, kalau referensinya tidak jelas jangan diikuti. Kita yakinlah, dokter itu terikat sumpah, walaupun ada satu dua yang nyeleneh. Dari sekian ratus ribu dokter, satu dua yang nyeleneh itu wajar. Tapi lihatlah mayoritas para dokter ekspert di bidang itu, itulah yang menjadi pedoman. Karena bagaimanapun belum ada evidence standar internasional yang sungguh-sungguh bagus menangani pasien, karena ini kasus baru,” terangnya.

Dia juga berharap para influencer untuk berbicara yang positif untuk mengedukasi masyarakat tentang kesehatan. (cbud)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2