Anggota DPRD Sumut Poaradda Nababan Apresiasi Kebijakan Tak Wajibkan PCR Swab

Anggota DPRD Sumut Poaradda Nababan Apresiasi Kebijakan Tak Wajibkan PCR Swab

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU), dr Poaradda Nababan (foto) mengapresiasi serta mendukung kebijakan pemerintah yang kini tidak lagi mewajibkan penggunaan polymerase chain reaction (PCR)swab di bandara dan juga moda transportasi lainnya.

“Kita dukung langkah pemerintah yang tidak lagi memberlakukan PCR Swab untuk seluruh moda transportasi. Kendati alasan tidak diberlakukannya PCR Swab itu bukan karena hasil kajian ilmiah kesehatan,” kata Poaradda kepada wartawan diruang kerjanya gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (16/11/2021).

Politisi PDI Perjuangan itu juga menerangkan, kebijakan tidak mewajibkan PCR Swab itu dapat mendongkrak perekonomian masyarakat dan tidak menjadi beban APBN. Pasalnya, kondisi Covid 19 tidak lagi seperti tahun lalu.

“Dan kondisinya telah menurun secara drastis. Jadi tidak perlu ada pengalokasian anggaran yang signifikan untuk penanganan Covid 19 ini lagi. Jangan lagi dibebankan anggaran itu seperti kasus berat lagi supaya hal seperti ini tidak menjadi beban dalam APBN dan APBD,” tegasnya.

Tak Ada Dasar Ilmiah


Poaradda juga menjelaskan, pemberlakuan PCR Swab selama ini bagi pengguna moda transportasi khususnya pesawat tidak ada dasar ilmiahnya.

“Tidak ada dasar mewajibkan setiap penumpang pesawat untuk di PCR. PCR Swab itu fungsinya untuk membantu mendiagnostik dari penyakit Covid 19. Jadi seharusnya penggunaan PCR Swab hanya dipakai di rumah sakit saja atau hanya untuk membantu diagnostik,” cetusnya.

Poaradda juga menyarankan, jika pemerintah sudah memahami fungsi dan kegunaannya, maka sudah selayaknya tidak mewajibkan tes PCR bagi para calon penumpang seluruh moda transportasi.

“Cukuplah dengan mengunakan Swap antigen yang berfungsi sebagai tracing. Jadi uang rakyat atau APBD itu tidak terbuang secara percuma agar rakyat tidak menjadi miskin. Dengan kewajiban antigen saja maka masyarakat tidak menjadi terbeban secara finansial dalam melaksanakan aktivitasnya,” pungkasnya.

“Kalau ada masyarakat yang ingin melakukan PCR Swab secara pribadi, ya tidak masalah tetapi jangan menjadi kewajiban. Jadi kita ucapkan Goodbye PCR Swab,” pungkasnya. (cpb)

Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU), dr Poaradda Nababan. Waspada/ist

  • Bagikan