Anggota DPRD Sumut Minta Sekolah Perketat Pengawasan Jelang PTM

Anggota DPRD Sumut Minta Sekolah Perketat Pengawasan Jelang PTM

  • Bagikan
ANGGOTA DPRD Sumut Hj Hidayah Herlina Gusti Nasution. Dewan minta sekolah perketat pengawasan jelang PTM. Waspada/Partono Budy
ANGGOTA DPRD Sumut Hj Hidayah Herlina Gusti Nasution. Dewan minta sekolah perketat pengawasan jelang PTM. Waspada/Partono Budy


MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut  Hj Hidayah Herlina Gusti Nasution (foto), meminta pihak sekolah di Medan untuk memperketat pengawasan anak didik jelang dibukanya Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Pengetatan pengawasan ini dimaksudkan agar anak didik  dapat terhindar dari penyebaran pandemi Covid-19,” kata Hidayah kepada Waspada, di Medan, Sabtu (9/10).

Anggota dewan dari Fraksi PKS ini merespon dibukanya PTM di Kota Medan, pekan depan, dengan terlebih dahulu dilakukan persiapan teknis dan penerapan protokol kesehatan. 

Menurut Hidayah, PTM seyogyanya dapat dimulai bertahap, mengingat kondisi Covid-19 yang mulai menunjukkan trend penurunan berarti di sejumlah kabupaten/kota, termasuk Kota Medan.

Dijelaskan, dengan rencana PTM pekan depan, semua pihak termasuk Dinas Pendidikan dan jajarannya memetakan kondisi teknis dan karekteristik serta lingkungan sekolah yang akan belajar dengan protokol kesehatan.

“Salah satunya, kita berharap ada aturan bagi orangtua khususnya yang anaknya masih duduk di bangku SD  untuk mengantar anaknya sampai gerbang sekolah, begitu sebaliknya ketika pulang, orangtua wajib menunggu di luar sekolah,” katanya.

Kemudian, pihak sekolah patut mengawasi pedagang yang selama ini dibiarkan berjualan di pelataran sekolah. “Sebaiknya tidak lagi diberi kebebasan seperti itu, karena interaksi anak sekolah dan pedagang dikhawatirkan memunculkan potensi penyebaran Covid-19,” sebutnya.

Rasa gembira anak-anak didik yang baru sekolah setelah dua tahun di rumah tentu dapat difahami , namun itu patut jadi perhatian agar kegembiraan itu tidak membuat mereka lupa untuk jaga jarak dan tetap menjaga kesehatan.

“Selanjutnya yang paling penting saya kira, Pemko Medan dan pemkab di kabupaten/kota melalui Satgas untuk mempercepat program vaksinasi. Ini artinya akan memberikan jaminan yang lebih besar, karena kekebalan tubuh mereka semakin kuat,” lanjutnya.

Menurutnya, masih ada daerah yang presentase vaksinnya masih 20 persen, termasuk untuk tenaga pendidik. “Ini harus kita kejar, jangan sampai guru yang mengajar belum terlindungi kekebalan tubuhnya,” pungkas Hidayah. (cpb)

  • Bagikan