Waspada
Waspada » Anggota DPRD Sumut Minta Satgas Tidak Samaratakan Zona Covid-19
Medan

Anggota DPRD Sumut Minta Satgas Tidak Samaratakan Zona Covid-19

ANGGOTA DPRD Sumut Rusdi Lubis. Rusdi minta Satgas di kabupaten/kota untuk tidak menyamaratakan zona-zona terkait pandemi Covid-19 di masing-masing daerah. Waspada/Partono Budy
ANGGOTA DPRD Sumut Rusdi Lubis. Rusdi minta Satgas di kabupaten/kota untuk tidak menyamaratakan zona-zona terkait pandemi Covid-19 di masing-masing daerah. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Rusdi Lubis (foto) meminta Satgas di kabupaten/kota untuk tidak menyamaratakan penetapan zona-zona Covid-19 di masing-masing daerah. Harus ada batasan di masing-masing wilayah sebelum penetapan status tersebut.

“Untuk satu kecamatan, misalnya belum tentu di kelurahan di kecamatan tersebut zonanya sama, sehingga tidak boleh satu kecamatan dicap berstatus zona merah keseluruhan,” kata Rusdi Lubis, kepada Waspada, di Medan,  Selasa (16/3).

Anggota dewan dari Fraksi Hanura itu merespon rencana pemerintah menjajaki kemungkinan dibukanya pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juni 2021 mendatang.

Menurut Rusdi, penetapan PTM di sekolah-sekolah di kabupaten/kota di Sumut memang didasarkan berbagai pertimbangan, seperti terkendalinya penyebaran pandemi di satu daerah, dan jumlah penyebaran kasus yang menunjukkan tren menurun.

Namun berdasarkan kunjungan kerja dan reses di sejumlah daerah, termasuk Dapilnya, Siantar-Simalungun, sejumlah warga mengeluh karena kawasannya tidak ada kasus virus, namun dicap berstatus zona merah berdasarkan tingkat kecamatan.

“Ini yang membuat mereka takut menyekolahkan anak-anaknya, dan memilih bertahan di rumah,” kata anggota dewan dapil X ini.

Dia mencontohkan Kota Pematang Siantar yang berdasarkan penetapan Satgas Penanganan Covid-19 beberapa waktu lalu, terkategorikan zona oranye.

“Zona oranye adalah jumlah kasusnya relatif banyak yang meliputi transmisi dan penularannya, dan berbeda dengan zona kuning yang disebut zona risiko rendah,” katanya.

Nah, sebutnya, apakah delapan kecamatan dan lima puluh tiga kelurahan di Siantar seluruhnya sama berpredikat oranye?

“Saya kira tidak seluruhnya statusnya sama,” katanya.

Terinci

Dengan akan dibahasnya persiapan teknis jelang rencana Satgas Covid-19 untuk membuka PTM di kabupaten/kota, Rusdi berharap Satgas bersama jajaran di daerah membuat batasan zona Covid-19 secara terinci dan tidak membingungkan.

“Harus disampaikan sejelas-jelasnya, supaya masyarakat menyadari bahwa zona tersebut berbahaya atau tidak jika dilalui,” pungkasnya. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2